Rasa

Ketika kau menyukai seseorang, kadang kau ingin semesta tahu tentang apa yang kau rasa. Kau punya belasan alasan tentang mengapa kau jatuh cinta. Kau suka dengan tawanya, kau suka polahnya, kau suka dengan hal-hal konyol yang ia lakukan. Kau ingin membuat ia bahagia. Tapi meski kau tulus, kadang orang jatuh cinta dengan cara yang berbeda. Alasan yang kau rasakan tentang mengapa kau jatuh cinta tak selalu berlaku sama. Ada yang jatuh cinta lewat belasan detik yang menentukan segalanya. Pandangan mata yang betabrakan lebih lama dari seharusnya dan kau tahu hidupmu tak akan lagi sama. Lain orang lain kisah. Kau jatuh cinta pada ritual yang terbentuk karena sering bersama. Tak ada aba-aba, tak ada kata, semuanya mengalir begitu saja.

Begitu pula dengan sebuah akhir. Ketika seseorang sampai pada suatu titik dan memilih bahwa satu sama lain tidak menjadi prioritas bagi yang lainnya. Hubungan itu akan merenggang hingga akhirnya kau dan dia menjadi orang asing.

Comments

https://imronrosidin.wordpress.com said…
Dari Pak Sapardi hingga Goblinpun mengalami ..
https://imronrosidin.wordpress.com/2017/04/07/dari-pak-sapardi-sampai-goblin/
Anonymous said…
Cinta?


Dei
Yuti Ariani said…
@imron: yup, tidak ada yang lepas dari rasa.
@dei: hi, apa kabar?
raharjaurip said…
Cinta, sangat terasa ketika aku menyandarkan punggung pada dinding kayu. Ah....
Kau masih sama seperti ketika aku mengenalmu.
Masih indah seperti ujung cakrawala saat senja membangkit seluruh kenang dan dosa.
Anonymous said…
@yuti, kabar baik, daku mengirim email tuk mu --- dei ---

Popular posts from this blog

Pernyataan Tujuan

Meant To Be