Sunday, March 12, 2017

Tentang Rasa

Entah bagaimana perbincangan yang mulanya tentang pekerjaan beralih menjadi tentang rasa. Tentang bagaimana jatuh cinta bisa terasa menyesakkan. Kala salah satu pihak berhenti berusaha, memilih titik alih-alih koma. Dan bahagia menjadi kata yang begitu membingungkan karena apa yang kau inginkan menjadi seperti belati baginya. Tajam dan menyakitkan. Pada akhirnya membebaskan merupakan satu-satunya cara untuk mempertahankan kewarasanmu dan mengembalikan ceria pada wajahnya. Karena mulanya itulah yang membuatmu jatuh cinta, wajah ceria dia.

Apa yang salah? Hal-hal kecil yang dulu menjadi perekat kini menjadi berat. Kau mencoba bertahan tapi rasa itu telah padam. Raut wajahnya yang senantiasa tersenyum ketika melihat dirimu menunggunya kini tiada. Perbincangan tak lagi sama. Binar dan tawa tergantikan luka dan hal-hal teknis yang harus diselesaikan. Bagaimana kau bisa bertahan jika saat kau memandangnya yang kau lihat adalah luka yang menganga?

No comments:

De-taming

"... What does that mean-- 'tame'?" asked the Little Prince. "It is an act too often neglected," said the fox. ...