Posts

Showing posts from 2017

Rasa

Ketika kau menyukai seseorang, kadang kau ingin semesta tahu tentang apa yang kau rasa. Kau punya belasan alasan tentang mengapa kau jatuh cinta. Kau suka dengan tawanya, kau suka polahnya, kau suka dengan hal-hal konyol yang ia lakukan. Kau ingin membuat ia bahagia. Tapi meski kau tulus, kadang orang jatuh cinta dengan cara yang berbeda. Alasan yang kau rasakan tentang mengapa kau jatuh cinta tak selalu berlaku sama. Ada yang jatuh cinta lewat belasan detik yang menentukan segalanya. Pandangan mata yang betabrakan lebih lama dari seharusnya dan kau tahu hidupmu tak akan lagi sama. Lain orang lain kisah. Kau jatuh cinta pada ritual yang terbentuk karena sering bersama. Tak ada aba-aba, tak ada kata, semuanya mengalir begitu saja.

Begitu pula dengan sebuah akhir. Ketika seseorang sampai pada suatu titik dan memilih bahwa satu sama lain tidak menjadi prioritas bagi yang lainnya. Hubungan itu akan merenggang hingga akhirnya kau dan dia menjadi orang asing.

Memilih

"Bagaimana mungkin aku beralih setelah semua perjuangan yang aku lakukan selama ini?"
"Tapi itu lucunya hidup bukan, kau tidak pernah tahu mana jalan yang terbaik. Kau mungkin saja merasa pilihan yang kini terbuka dihadapanmu sebagai sebuah distorsi atas jalan hidup yang selalu kau bayangkan, tapi siapa tahu keseluruhan hidupmu diperuntukan untuk saat ini, agar kau siap. Pada akhirnya, hidup itu bukan tentang bagaimana kau diberi kesempatan tapi tentang bagaimana kau memilih diantara kesempatan-kesempatan yang ada."
"Entahlah ..."
"Kau pernah jatuh cinta kemudian putus?"
"..."
"Bisa saja proses itu kau perlukan dalam hidupmu untuk menjadi lebih baik. Kau bahkan mungkin belajar hal-hal baru ketika bersamanya, hal-hal yang tetap kau tekuni meski tidak lagi bersamanya. Pada saat putus, kau mungkin merasa duniamu hancur, tapi mungkin itu cara hidup menjagamu agar kau memiliki kemampuan tertentu yang membuatmu berkembang."
"K…

Yasmin

"Yasmin, kenalkan ini Bintang. If you want to translate your crazy ideas into codes, he is the one you are looking for. Bintang, Yasmin is a maverick. She studies many things, too many things for my liking. But I guess that is where her great unconventional ideas are coming from. I hope both of you can meet in the middle to make the projects work," ujar Dimas.
"Yasmin," ujarnya sambil mengulurkan tangan.
"Bintang," balas Bintang sambil menjabat tangan Yasmin.
"Mohon kerjasamanya."
"Likewise."

Perkenalan itu terjadi satu dekade silam dan sejak itu banyak hal terjadi di antara mereka. Their one word conversation to hours talking after office hours. Pekerjaan mereka menuntut keduanya untuk sering bersama dan seiring dengan berjalannya waktu, bersama menjadi sewajar bernapas. Bintang selalu ada Yasmin, dan sebaliknya, Yasmin untuk Bintang. Hingga suatu saat, ketika Bintang pergi tanpa kabar. Dan Yasmin memutuskan untuk mengganti suasana da…

Hujan

"Aku suka bau hujan."
"Kamu bisa menciumnya dari tempat beratap?"
"Ah, kamu terlalu serius," ujarnya sambil cemberut meski turut melangkah.
"Nanti kalau kamu pilek, aku juga yang salah."
"Kok bisa?"
"Iya, nanti kamu bilang, 'bukannya mengingatkan, malah ikutan main di bawah hujan'."
"Ahaha, kata-kata yang terdengar seperti aku."
"Ya kan? Makanya ayo berteduh."

Ketika Jek berhenti berjalan, tak sengaja jemarinya menyentuh jemari Sar. Sar menarik jemarinya menjauh tapi ia membiarkan lengannya tetap di sana, merasakan hangat ditengah hujan yang menderas.

Past & Future

Rather than erasing the past, it is better to not creating the future, right?

End

Life has a strange sense of humor. When she thought everything finally fell on the right track, he decided to end their relationship. She expected to feel empty or even betrayed, but strangely, she felt right. She tried to remember good memories but all she managed to think was arguments. Their latest routines together felt more mechanic than natural. They tried to hold on to something that no longer exist. She wandered when the feeling started to turn cold but she found it difficult to grasp the last time she missed him only for the sake of looking at him and not for asking him to move dirty plates or to turn the volume down.

She lost her balance. But probably for all the wrong reasons.

Alice

Alice: Would you tell me, please, which way I ought to go from here?
The Cheshire Cat: That depends a good deal on where you want to get to.
Alice: I don't much care where.
The Cheshire Cat: Then it doesn't much matter which way you go.
Alice: ...So long as I get somewhere.

-- Lewis Caroll, Alice in Wonderland


Shape of You

Image

Rasa

Andai rasa sejalan dengan logika, mungkin hidupnya takkan serumit ini. Jatuh cinta pada orang yang memiliki keinginan serupa. Menjadikan beda sebagai warna dan bukan dalih untuk tidak bersama. Hal yang paling ia rindukan dari sendiri mungkin tiadanya ruang untuk mengungkapkan rasa. Karena meski semesta tahu melalui pinta yang ia bisikan pada udara, ia senang melihat perubahan raut wajah dia ketika mendengar kata sayang terucap dari bibirnya.

Sweets

When tasting one makes you wanting more ...

Ruang Rasa

Belakangan ini aku baru menyadari bagaimana kenangan terikat pada jejak fisik. Tulisan, dokumen, lagu dan benda-benda yang terikat pada suatu masa kala semuanya berbeda. Irisan dengan jejak tersebut membawa sedikit sendu, akan sesuatu yang tak lagi menjadi bagian keseharian. Tapi mungkin itulah yang menarik dengan rasa karena meski ingatan bekerja dengan fungsi kontinu, rasa bekerja secara diskrit dan biner. Kau mungkin saja masih mengingat sebuah peristiwa tapi perasaanmu terhadap peristiwa itu sudah tak lagi sama. Begitupula rasa terhadap orang-orang yang ada didalamnya. Rasa yang dulu ada, kini berganti rasa biasa. Kau bisa membicarakan kenangan itu layaknya menonton sebuah episode film, kau tak lagi emosional.

Amnesia

Pekan lalu penyedia surat elektronik yang acap aku gunakan mengabarkan bahwa kotak suratku sudah terlampau penuh. Surat elektronik baru tak bisa lagi masuk. Karena enggan memilah satu persatu dan membuka kotak Pandora bernama kenangan, akhirnya aku memilih cara cepat, menghapus semua sent items. Entah kenapa ada banyak surat di kotak masuk yang turut terhapus, percakapanku dengan almarhum pak Samaun, surat dengan beberapa profesor dan surat-surat pribadi yang aku biarkan ada. Membiarkan mereka ada memberiku rasa nyaman untuk alasan yang tidak terjelaskan. Menjadi bagian dari sejarah, tercatat, tapi tidak untuk dibuka.

Mungkin sudah saatnya surat-surat itu tak lagi menjadi bagian dari kotak suratku. Membiarkan jejak fisik hilang dan mungkin dengan sedikit keberuntungan, turut menghapus jejak dalam ingatan. Amnesia atas beberapa kenangan yang kadang menyeruak tanpa bisa aku cegah. Menimpa satu kenangan dengan kenangan lain yang lebih baru. Melangkah ke depan.

Pada Suatu Masa

Kala 'kita' masih memiliki makna. Saat menatap matanya mengirimkan sejuta kupu-kupu ke perutmu dan kau merasa dunia penuh warna. Ketika kau mengenali seseorang dari kejauhan karena geraknya menjadi bagian dari dirimu sendiri. Kau menjadi terikat pada suatu ritual. Kau dan dia yang melebur menjadi kita. Murammu tiada kala bersamanya. Resah tenggelam ketika dia memancarkan kesedihan dan yang ingin kau lakukan adalah menjadi lebih baik, untukmu dan terutama, untuknya. Karena bahagiamu adalah bahagianya.

Kemala

Entah kenapa ia tak pernah percaya pada hal yang sempurna. Ia lebih menyukai buku yang agak mengembang karena telah dibaca daripada buku rapih di etalase toko. Menurutnya, sempurna itu dingin. Dan itulah yang ia rasakan pada Ikra, semua kriteria yang ia bayangkan ada pada seorang pria ada pada Ikra. Ia menawarkan kemapanan, rasa aman, cerdas dan tampan. Sebuah gambaran akan sempurna. Tapi entah kenapa semua hal itu tak membuatnya merasa yakin. Ketika bertemu dengannya ia merasa nyaman tapi ia tak menantikan saat untuk bertemu dengannya lagi. Kalau ada kata yang tepat menggambarkan relasi mereka, mungkin efisien adalah kata yang tepat. Dunia mereka banyak beririsan. Teman-teman Ikra menyukai Kemala dan sebaliknya. Mereka sangat fungsional bersama, namun ia merasa hampa.
Hidup seharusnya sederhana. Ikuti logika dan semuanya akan baik-baik saja. Ambil keputusan-keputusan strategis dan ia akan jauh dari tangis. Tapi semua pemahaman ini tetap tak meyakinkannya untuk berlabuh.

Tentang Rasa

Entah bagaimana perbincangan yang mulanya tentang pekerjaan beralih menjadi tentang rasa. Tentang bagaimana jatuh cinta bisa terasa menyesakkan. Kala salah satu pihak berhenti berusaha, memilih titik alih-alih koma. Dan bahagia menjadi kata yang begitu membingungkan karena apa yang kau inginkan menjadi seperti belati baginya. Tajam dan menyakitkan. Pada akhirnya membebaskan merupakan satu-satunya cara untuk mempertahankan kewarasanmu dan mengembalikan ceria pada wajahnya. Karena mulanya itulah yang membuatmu jatuh cinta, wajah ceria dia.

Apa yang salah? Hal-hal kecil yang dulu menjadi perekat kini menjadi berat. Kau mencoba bertahan tapi rasa itu telah padam. Raut wajahnya yang senantiasa tersenyum ketika melihat dirimu menunggunya kini tiada. Perbincangan tak lagi sama. Binar dan tawa tergantikan luka dan hal-hal teknis yang harus diselesaikan. Bagaimana kau bisa bertahan jika saat kau memandangnya yang kau lihat adalah luka yang menganga?

Dance

"What do you want?"
"Does it make sense if I tell you, I'll know it once I find it."
"Is this a sort of looking for a missing piece?"
"Initially I thought that is how it supposes to work, to find a person who can complete me. But if you taking that type of analogy, it means you build your assumption on a static relation. You have a list of criteria on what you want from a partner and vice versa. Compatibility is being valued based on a checklist on how the criteria match. But a relation is something dynamic, you try to make it works. It is more like a dance rather a piece of puzzle. In dancing, both you and your partner try to adjust each other's strengths and weaknesses to create a beautiful choreography, whereas in a puzzle, you kind of start from the end since you already know the type of picture you want to achieve."
"So for you the most important thing is commitment since everything else is a process?"
"Unfortunately …

Something Just Like This

Image

Dia

Bagaimana jika ini bukan tentang apa tapi tentang rasa? Tentang bagaimana hal-hal kecil yang tidak pernah kau pikirkan sebelumnya menjadi satu-satunya kepastian dalam hidupmu. Tentang senyumnya yang membuatmu merasa semua baik-baik saja, tatapan mata yang membuatmu merasa aman dan hanya dengan melihat wajahnya, kau tahu kau berada di tempat yang tepat. Ketika kau menemukannya, kau akan tahu. Tanpa penjelasan, tanpa kata-kata. Sebuah pemahaman yang dikirimkan semesta untukmu begitu saja.

Good bye

Image
You deserve to have so much more 
I can feel your heart and I sympathize 
And I'll never criticize all you've ever meant to my life

Rasa

Kutitip rasa pada hujan yang mengguyurku kala senja
Aku harap ia segera reda

Rupa

Salah satu pemandangan yang senantiasa menghangatkan hati adalah perubahan rupa. Wajah dengan tatapan cemas yang perlahan melembut setelah orang yang ditunggunya tiba. Raut yang mulanya melekuk ke bawah perlahan tertarik ke atas. Dunia yang mulanya muram perlahan tiada. Sama halnya ketika melihat orang yang jalan bergegas kemudian mendapatkan pesan yang membuatnya tersenyum. Langkahnya perlahan melambat, seolah tak ingin melewatkan hal-hal kecil dalam hidup ini ketika ia melangkah terlalu cepat. Tetes air di dedaunan kala hujan telah reda, kucing kecil yang tengah bermain dan manusia lain dengan kehidupannya masing-masing.

Mahasiswa bergerombol. Tingkat satu, pikirnya. Muda mudi yang tampak tenggelam dalam dunia mereka sendiri. Tawa lepas. Kemudian wajah-wajah serius di perpustakaan menjelang waktu ujian. Kala semesta mewujud dalam soal-soal ujian yang menentukan hidup beberapa tahun ke depan. IPK tinggi, melamar pekerjaan impian dan melanjutkan langkah menuju masa depan. Hanya saja h…

The School

I thought by joining the school, it would give me a peace of mind, but boy, I could not have been more wrong. Compatibility is one of the issues and yesterday, one of the presenters said that there is a research that said the introduction system ends with split due to lack of communication. In this case, mentoring system may be better since you have a homogeneous group in the system, while the school allows heterogeneous people to enter the system. Anyway, despite all those things, what important to have a pure intention: to do it the right way.

If you want to test whether you are religious or not, try to go abroad where you are a minority. See whether you have the courage to do strange things such as finding a corner to pray, to say no when people offer you alcohol or to be picky about food. See whether you will still do all that when your crush ask you out. When you able to do that, you have this feeling of protectiveness of doing things right and also a soft spot for minority. So I…

Status Quo

Image

The Inevitable

"You know that you are only avoiding the inevitable, right?"
"Do you think being happy is wrong?"
"Yes, if it means you only sharpen a knife that will make you bleed deeper ..."
"But if I stop it now, I will be sad, while no one know what may happen in the future."
"You are only entertaining the impossible."
"But that's the great thing of possibility, right? A space for hope."
"Did not you learn anything from probability, some things are meant to have a low success rate. That's statistic."
"And there is always someone who hit the jackpot against all the odds."
"And you expect to hit the jackpot?"
"Not necessarily, no. The thing is if I stop right now, I know it is going to break me, while if I continue, there is a possibility to have a different end."
"Yeah, one day of crying versus months of crying, sounds very promising my dear."
"Or months of being happy and on…

La La Land

I never thought that the word love can be so devastating but there it was ...

Mia: "I'm always gonna love you."
Seb: "I'm always gonna love you, too."

And then they chose to go to their separate paths.

Darn, you La La Land, you made me cry!

Recommendation Letter

To whom it may concern.

I thank you for your effort and courage in submitting a proposal. I really appreciate it.

However, I am afraid I could not get you on my pokemon team. I think that your ideal pokemon training is different than ours. In that case, I recommend you to join another team of your benefit so you may develop your talent in a better ecosystem.

I believe this is my team's final decision. I wish you success on your future as a pokemon trainer.

Kind regards

Chemistry

"Am I allowed to say no for the lack of chemistry?"
"But how do you know whether both of you have chemistry or not?"
"By talking ... to see whether it may work or not, to see whether I can be myself around him, to be silly ..."
"I am not sure you can do it through this path but there is no harm in trying."

Blank Page

"You are crying."
"He said sorry couple days ago.  I had no idea what he was  referring back then, but now I understand. And still, I feel crappy."

Burned

... when things go super wrong for your heart

Homo Rituals

Don't create a ritual that you are not able to maintain

Curiousity

"Finishing the curiosity, ending the attraction, that is how it works, right?"
"I am not sure."

Stranger

One of the things that I love from meeting a stranger is the absence of attributes. We can talk like a human being for the sake of our attitudes and not for our religion, skin color or degree. I am wondering whether we can just be human, people who want to enjoy each other company without being judged for our attributes?

The presence of application-based transportation allows me to meet drivers from various backgrounds. There are various stories: the middle class group who seeks for additional income after exercise at the gym, a colleague student who need additional income to support his study, a driver with a television in his car and was familiar with the network of gangs in many cities in Indonesia or full time drivers who shift their job from conventional taxi.

Once I left the car, the driver and I become a stranger again. Two people who won't greet each other once our lives intersect in the street. However, within the half-hour drive, we are close to what people call friend: …

Invitation

A news greeted me this morning, an invitation from my friend's friend.
"It is ironic," she said, "after what he and I been through, he chose to be with somebody else."
I do not know what to say since I am surely not an expert in love-related matter. Maybe, what happen is for the best since one once told me that if things are meant to be, then the universe will conspire to make it happens and if not then probably, it is never meant to be. But then, it is impossible to say that to my friend.

Burned

When you start crossing some lines
And you are no longer sure of where you stand

Soliloquy

"Jadi sekarang kamu mau apa?"
"I don't know. Everything feels like falling apart, nothing seems right."
"Come on, it's not that bad. You have your degree, you still have a job, an income, you are still the privilege one, living so long with a scholarship. It's payback time."
"You know that I got the scholarship extension after the system has been criticized for its low success rate, don't you? So it's nothing such as free lunch. It's always quid pro quo."
"So what do you want?"
"I am thinking to do a post-doc. Leaving this bloody situation."
"Running away again?"
"What if being a gypsy is the only survival mechanism I can live with? My only way to be happy ... Contrary to what I say whenever I try to convince myself to stay, I cannot do it."
"..."
"Even the last movie I watched was crappy."
"AADC? Oh boy, you are hopeless."
"Am I? Maybe. I do not k…

New Journey

One of the reasons I have not published any of my PhD defense pictures is to savor the feeling. Being a PhD student was liberating and nice. Somehow, you have supervisors who would protect you from being too chaotic, which means basically you could explore all the knowledge out there as you pleased (surely, this was taken from my point of view). Passing that phase means that you lose the protection and in a way, it’s a bit scary or even boring. I hope this year will lead me to a new interesting journey. So here is one of the nicest thing you get when you graduate from the Netherlands: laudatio from your supervisor.

Let me begin in true European academic style by quoting some Latin: in medias res as a governing metaphor for Yuti’s PhD and for her life, at least the little of her life that I had the privilege to share. So Yuti, you are always in the middle of things, always entangled in your thoughts, things and in difficult concepts you love experimenting with. You manage to entangle y…