Tuesday, November 15, 2016

Kemala

"Kamu berubah La. Kamu jadi lebih serius memandang hidup, tak lagi membiarkan semua mengalir."
"Salahkah itu Ra?"
"Ngga ada yang salah. Hidup ini pilihan. Mungkin ini tanda kamu makin dewasa."
"Aku masih sempat berharap kalau aku membiarkan semuanya mengalir, aku akan baik-baik saja. Tapi pada akhirnya aku lelah Ra. Aku berada pada satu titik aku takut pada perasaanku sendiri hingga pilihannya adalah memformalkan rasa itu atau membiarkannya pergi."
"Dan kau membiarkannya pergi?"
"Iya, aku tak bisa melihat masa depan dengannya. Dan ketika aku membaca diariku rupanya aku tak pernah yakin dengannya. Aku sedih Ra, tapi somehow, aku lega. Aku tahu aku membuat keputusan yang tepat. Mungkin karena itu kamu melihat aku berubah, aku jadi lebih tegas."

Jakarta

Satu dekade telah berlalu semenjak aku bekerja di kota itu. "Aku tak mau bekerja di sana lagi," batinku. Rupanya satu dekade adala...