Friday, May 20, 2016

Warung Kopi

Sebuah warung kopi dengan ornamen Belanda. Lagu zaman dulu terdengar sayup. Suasana remang. Seorang pria dengan kopi dingin tampak sedang gelisah. Matanya lekat menatap pintu masuk sembari sesekali melihat jam di telepon genggamnya. Raut wajahnya seketika berubah ketika melihat sang gadis masuk. Wajah cemasnya berubah cerah. Ia tersenyum. Sang gadis tersenyum. Mereka bercengkrama sampai pramusaji menanyakan pesanan sang gadis.

"Saya pesan kopi yang paling manis," ujar sang gadis kepada pramusaji. Obrolan pria dan sang gadis terusik. Sang gadis tak tahu harus berkata apa. Ia memang tak suka bercerita, biasanya ia berhasil menghindari kewajiban untuk berkata-kata dengan mengajukan banyak pertanyaan. Dan orang akan mengartikan pertanyaan dengan perhatian. Padahal ia memang lebih senang diam. Sang gadis bermain dengan kertas di hadapannya. Potongan kertas dari bungkus sedotan. Beragam pikiran melintas benaknya tapi ia biarkan mereka tetap di tempatnya. Pria bercerita.

Jam demi jam berlalu. sang gadis takjub dengan bagaimana waktu bisa berlalu demikian cepat. Ia harus pergi. Mereka berpisah.

No comments:

De-taming

"... What does that mean-- 'tame'?" asked the Little Prince. "It is an act too often neglected," said the fox. ...