Wednesday, May 25, 2016

Rumah

"What do you want?"
"A place to call home."
"Can you be less cryptic about it?"
"Aku lelah berpetualang, aku ingin berlabuh. Di sisi lain, kalau pada akhirnya aku memutuskan untuk berlabuh, aku ingin untuk sesuatu yang tepat. Aku tak mau lagi mendapati kasurku kosong atau rumah yang terlampau hening. Aku juga tak mau menghadapi tangisan anak-anak sendirian. Kalau pada akhirnya aku harus melakukan semuanya sendiri, aku lebih memilih hidup sebagai gipsi. Seizing the day, loving as many people as I can and moving on."
"And that is what you are going to do if you don't find the right fit, moving on?"
"Entahlah, hidup berpindah-pindah membuatku sedikit imun dengan rasa sakit. Adakalanya bau, warna atau tempat membuatku teringat dengan seseorang. Kenangan yang sampai kapanpun akan menyengat. Tapi hubungan dengan seseorang tak pernah benar-benar hanya tentang aku; ada dia dan hidupnya yang tak hanya tentang aku. Patah hati adalah salah satu bentuk cinta; cinta yang membebaskan. Untuk bisa berpindah tempat, kau harus ahli dalam hal ini." 
"What is love for you?"
"Entahlah, mungkin aku mencintai terlalu banyak hal. Aku menyukai ide untuk mendapatkan hidup yang stabil, to live with the man I love, to have our own kids and to be able to work on something I love."
"Sometimes you have to compromise ..."
"Yeah, and I do not know what to choose."

No comments:

The Extra Mile

The difference between good and great is the extra mile. Doing things even when it is not requested  because you care. So when people asked ...