Thursday, May 05, 2016

Rapuh

"Kau tampak tidak bahagia ..."
"Aku merasa rapuh. Aku menyukainya, mungkin sedikit terlalu dalam dan aku tidak tahu kemana ini akan bermuara."
"Apa menurutmu dia menyukaimu?"
"There were moments when he just looked at me for couple of seconds and then smile. I am not worried about his feelings, I am more worried about him and I. Aku tidak pernah menyapa seseorang terlebih dahulu pasca pertemuan pertama, aku tidak pernah menyatakan perasaanku duluan dan aku tidak biasa dengan segala inisiatif untuk mengajaknya untuk bertemu. Semua ini menghabiskan energiku karena aku tidak biasa mengejar. It's out of my character. Di sisi lain, mendengar kabarnya atau melihat wajahnya membuatku bahagia. Kontradiksi ini membuatku merasa rapuh."
"Jadi apa yang kamu inginkan?"
"Antara memutuskan hubungan dan memberi tenggat."
"Kabur seperti biasa?"
"Aku tidak tahu ... aku ingin ini bisa berlanjut tapi kondisi tampak tidak berpihak pada kita berdua. Aku tidak suka hubungan jarak jauh."
"Harga mati?"
"Entahlah."
"Kamu pernah membicarakan ini dengannya?"
"Tidak dan aku tidak mau memulainya. Aku benar-benar akan membenci diriku jika harus selalu memulai."

No comments:

The Extra Mile

The difference between good and great is the extra mile. Doing things even when it is not requested  because you care. So when people asked ...