Tuesday, March 29, 2016

Menjadi Dewasa

... rasanya mengerikan. Menghadapi masalah, alih-alih melarikan diri. Aku benci mengambil keputusan yang aku tahu akan membuat seseorang sedih tapi harus aku lakukan. Aku benci perasaan menyengat itu. Di sisi lain, aku merasa lega karena semua jadi jelas. Aku tahu ini yang terbaik, tapi kenyataan itu tetap saja tidak membuat semuanya lebih mudah.

Mungkin aku harus lebih membiasakan diri dengan konflik. Membuat keputusan-keputusan yang tidak populer untuk sesuatu yang benar. 

Entahlah, kadang aku malas beranjak dari zona nyaman dimana orang-orang menawarkan diri untuk melakukan hal-hal yang tidak aku sukai. Tapi seperti yang dosenku pernah bilang, 'dia melakukan hal-hal kecil untukku, karena dosennya melakukan hal yang sama.' 

Mungkin ini saatnya untuk melanjutkan tongkat estafet itu ...

2 comments:

Langit said...

jadi inget sebuah kalimat terkenal "Don't grow up, it's a trap". dan saya setuju akan kalimat itu... heheh :D

Yuti Ariani said...

Ahahaha, tampaknya orang-orang yang menolak menjadi dewasa menarik orang-orang serupa ;)

The Extra Mile

The difference between good and great is the extra mile. Doing things even when it is not requested  because you care. So when people asked ...