Tuesday, March 01, 2016

Kemala

"Hi Rangga, sini," ujar Ikra ketika ia melihat Rangga melintas.
"Kemala, kenalkan ini Rangga, teman baik saya sejak belasan tahun silam. Dan istrinya Kinanti."
"Hallo, Mala. Senang bertemu lagi dengan kamu. Apa kabar?" sapa Kinan.
"Wah, kalian sudah saling mengenal. Dunia ini kecil," ujar Ikra sambil tersenyum tanpa memperhatikan raut wajah Kemala dan Rangga yang berubah.
"Kalian teman dimana?" tanya Ikra pada Kinan.
"Kemala teman baik Rangga saat kuliah," jawab Kinan.

Teman baik. Kemala tak tahu apakah kedua kata itu pernah ada didalam kehidupannya dan Rangga. Mereka berkenalan melalui teman bersama dan sejak itu hubungan mereka tak terdefinisi. Perasaan Kemala terlalu terikat pada Rangga, pun sebaliknya. Kalau tidak makan siang bersama di kampus, mereka akan saling bertukar sapa melalui telepon semalaman. Ketika semuanya berakhir, mereka memutuskan untuk menghilang bagi satu sama lain. Saat itu ia masing sangat sayang pada Rangga, tapi kebersamaan mereka membuat ia asing dengan dirinya sendiri dan ia memilih untuk menemukan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Bertemu lagi dengan Rangga di tempat makan bersama Ikra dan Kinan seperti membuka babak baru bagi hubungan mereka. Tak ada lagi Rangga yang menghabiskan makan Kemala atau Kemala yang mengambil bagian-bagian yang ia suka dari piring Rangga. Mereka kini asing, sekaligus terhubung melalui orang lain.

Mungkin hubungannya dengan Rangga tak perlu lagi biner, nol dan satu. Menghilang atau terikat satu sama lain. Mungkin ada jenis hubungan lain yang bisa berhasil bagi mereka berdua.  


No comments:

Tango

It takes two to tango ... if someone does not share the same interest as you, the dance will fall apart or worse, you will get hurt. One o...