Wednesday, March 09, 2016

Ikra

Kemala adalah enigma. Kadang Ikra berpikir ia telah mengerti segalanya tentang Kemala. Ekspresi Kemala transparan ketika ia sedang bimbang ataupun bahagia. Tanpa perlu berkata-kata, Ikra bisa tahu apa yang ada dalam benak Kemala. Namun kadang ia tak yakin apakah ekspresi memiliki arti lebih dalam dari apa yang tampak. Seperti saat makan siang dengan Rangga dan Kinan. Untuk sesaat ia seperti melihat Kemala yang belum pernah dikenalnya. Mata yang menggelap sebelum ia kembali tersenyum ramah. Sepersekian detik yang membuat ia yakin bahwa Kemala dan Rangga tak pernah benar-benar menjadi teman baik. Yang ironis adalah ia bisa dengan mudah membayangkan Kemala dan Rangga bersama. Bayangan yang segera membangkitkan perasaan tak nyaman. Ia cemburu pada masa lalu. Bagian hidup Kemala yang ia pilih untuk tidak tahu.

No comments:

Jakarta

Satu dekade telah berlalu semenjak aku bekerja di kota itu. "Aku tak mau bekerja di sana lagi," batinku. Rupanya satu dekade adala...