Wednesday, February 03, 2016

Kemala

Ia pertama kali bertemu Ikra setahun silam. Saat itu ia harus menggantikan bos-nya menghadiri acara perayaan yang dibuat salah satu klien mereka. Di sana ia melihat Ikra dengan cemerlang menjelaskan aplikasi baru mengenai konsep kota cerdas yang memungkinkan pemerintah dan warga kota untuk berpartisipasi dalam merancang kota. Namun dari semua gemerlap itu, ia tertarik dengan cara Ikra berdiri ketika foto bersama. Ia tampak seolah tak ingin berada di sana dan jengah dengan segala perhatian itu. Kemala tahu rasa penasarannya tak pernah berakhir dengan baik, tapi ia ingin tahu.
"Selamat, presentasinya tadi menarik sekali," sapa Kemala ketika mereka berpapasan.
"Terima kasih," masih tampak tidak nyaman dengan perhatian.
"Anda terlihat seperti kontradiksi."
"Maaf, apa?"
"Presentasi Anda terlihat sangat mengagumkan. Tapi saat foto bersama Anda tampak tidak nyaman."
"Ah, tentang itu. Saya kira saya sudah berhasil menutupinya dengan baik," balas Ikra sambil tersenyum. "Well, that's who I am. Whenever I talk about my work, I feel comfortable since I am proud of what I am doing. But I do not really like the attentions that go with it. I prefer to be invisible if that makes sense. I am Ikra, by the way," ujar Ikra sambil mengulurkan tangan.
"Kemala."
"Jadi apa yang membawamu ke acara ini, Kemala?"
"You're changing your personality again. Now, you are playing your confident personality."
"Ahaha, I am so mess up, am I? I am changing my personality in a blink. But enough about me, you have not answered my question, what bring you here? And are you normally ask this question the person you've just met?" Ikra sounded amused.
"I am substituting my boss who would not able to make it here. I got bored and when I saw you, I got intrigued. And I know I should behave but you are a stranger. If I am humiliating my self, at least, I won't see you again."
"A runner aren't you? Well, I tell you what, I am willing to be the object of your curiosity, if you give me your phone number."
"Apa?"
"Lihat siapa yang sekarang berganti personality, Kemala yang ingin tahu dan tak mengenal takut dan Kemala yang suka menarik diri. Which one are you now?"

0 Comments:

Post a Comment

<< Home