Wednesday, August 05, 2015

Kemala

"Apakah kamu bahagia?"
Kemala terdiam mendengar pertanyaan itu. Ia menemukan bahwa ia mudah sekali bahagia untuk hal-hal kecil. Kucing liar di jalan, senyuman orang di kereta pagi ataupun bos yang baik hati. Tapi tak jarang ia merasa dunia ini begitu muram. Segala hal yang ia lakukan berada di tempat yang tidak semestinya dan ia mengambil banyak keputusan yang kemudian disesalinya. Ia merasa hampa tanpa adrenalin yang memacunya untuk mencapai sesuatu.

Ia tahu hidup ini bukan tentang adrenalin dan kepuasan ketika berhasil mencapai sesuatu tapi tentang keseimbangan. Tapi kata-kata selalu lebih mudah daripada kenyataan.

No comments:

Jakarta

Satu dekade telah berlalu semenjak aku bekerja di kota itu. "Aku tak mau bekerja di sana lagi," batinku. Rupanya satu dekade adala...