Posts

Showing posts from June, 2015

Kemala

"Rangga ..."
"Eh Kemala, apa kabar? O iya perkenalkan ini istri saya, Kinanti"
"Kinan," ucap gadis berambut panjang itu sambil menjabat tangan Kemala.
"Mala," balas Kemala.

Kemala terus memutar adegan tadi siang. Ia merasa bodoh. Tak seharusnya ia menyapa Rangga. Tidak tanpa seseorang di sisinya. Tidak karena ada perempuan lain di samping Rangga. Tidak karena merasa terlihat sangat bahagia bersama. Seharusnya ia diam saja tadi siang tapi mulutnya bereaksi lebih dahulu dari otaknya.

Ia bodoh. Titik.

Malam

Malam yang tak pekat Gelap yang tak  lelap Resah yang tak kunjung enyah Entah
Aku tak tahu apakah irisan pernah ada atau hanya sebuah imaji fana Hingga akhirnya tiada Ditelan sang kala

Dia

... mengetahui ada seseorang yang menemanimu bekerja
di ruang berbeda
saat mentari tak lagi ada
rasanya menyenangkan
aku suka dengan caranya yang biasa
masuk tanpa paksa