Posts

Showing posts from June, 2013

Kirana

"Aku mau mendaki minggu ini ...", ujar Rangga
"Lagi Ngga? Kenapa ngga sekalian aja kamu bangun rumah disana dan kamu bawa peralatan kemping kamu ke sini. Toh, kamu sekarang lebih mirip orang gunung," balas Kirana dengan amarah. "..." "Ngga, kamu jangan pergi begitu aja dong. Kita belum selesai bicara." "Kamu bilang aku seperti orang gunung dan itu bukan pertanyaan. Jadi aku menganggap kita beda. Itu aja." "Kamu jangan gitu dong Ngga." "Gitu gimana?" "Minta kita putus ... Aku tahu kalau kamu menghindari aku." "Ake meghindar, tapi karena aku butuh waktu sendiri. Bukan karena kamu Ran." "Tapi gimana dengan aku Ngga?" "Maaf Ran, aku benar-benar ngga tau. Aku sampai pada titik kalau kamu ngga tahan dengan aku, aku akan mencoba merelakan kamu." "Lima tahun Ngga, lima tahun. Dan kamu minta aku untuk melupakan semuanya begitu aja." "Aku ingin mencari diriku dulu dan pad…

Sang Kala

mencoba mengejar sang kala
meski tahu tak mungkin untuk kembali
untuk mengubah keputusan-keputusan
yang kini hanya jadi kenangan

satu dekade silam
ataupun satu detik lalu
rasanya semua masih serupa
aku tak tahu mau kemana

tanya yang tak pernah terjawab


Academic Seasick

I got a wish for not getting a seasick in my voyage of sailing the literature. Funny Professor :) Now I know the name of the symptoms I got recently. I read too many literature without knowing their basic assumptions. After trying to slow down and investigate their ontologies, things became a bit clearer for me. There are many things to do, but I am happy with the distraction I got from other area. It made me reflect why this journey is hard for me. I never thought it's going to be this difficult, but know I realize that I am still a positivist. I even feel I am getting dumber since I lost certainty in knowing what I know.

And the key is Einstein's quote, "As far as the propositions of mathematics refer to reality they are not certain, and so far as they are certain, they do not refer to reality". I love certainty (or robustness) in mathematics even if it's not refer to reality. And now I am drowning in the sea of uncertainty.

I have to finish the journey that I …

Too Many Things

"...  I am interested in far too many things for my own good" I found this quotation from Bruce Edmond's blog, which pretty much describe my own situation. I am bored with my PhD, found it not interesting anymore. I want to move on and the cleanest way for doing it is by doing it as fast as possible. But apparently the bohemian part of me refused to work in a rationale way. Although I know I need to finish it before everything start to fall apart, I think the damage was already there. So what I am doing right now is just running away. Every time I start to open the word, my brain just go blank. I can still read papers even involve in discussion and write what people called as smart stuff, but once I return to my paper I cannot think about anything.

So now I return to my old style. Trying to take things easy and find an academic distraction than actor-network theory. I found my academic passion again in complexity theory. I read 'The New Kind of Science' when it w…

Carpe Diem

Image
Langit senja menyapa perlahan ... Lampu-lampu mulai terlihat gemerlap berlatar langit yang menggelap. Hari menua dan tampaknya sudah hendak menutup mata. Mau tak mau aku jadi terpikir tentang usiaku yang tak lagi remaja. Hidup tak bisa lagi tentang keinginan seperkian detik. Tanggungjawab, begitulah banyak orang menasehatiku. Ah, dunia akan jauh lebih sederhana jika semua bisa dilakukan tanpa perlu memikirkan apakah orang lain akan suka atau tidak. Terlalu banyak yang dipikirkan hingga kadang perjalanan kehilangan kejutan.

Lazy Sunday

Image

Supernova

Engkaulah getar pertama
yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup
Engkaulah tetes embun pertama
yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara
Engkaulah matahari Firdausku
yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara

Kau hadir dalam ketiadaan
Sederhana dalam ketidakmengertian
Gerakanmu tiada pasti
Namun, aku terus disini
Mencintaimu

-- Dee

Merindukan Lalu

Ketika semuanya masih sederhana ... Bertanya-tanya apa jadinya kalau aku jadi wartawan saja. Menekuni dunia yang telah kumulai sejak masih mengenakan seragam putih abu-abu. Dan berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Bertemu dengan beragam orang, bercerita dan bercengkrama. Ketika aku masih lugu dan menganggap semua orang tak akan berbohong. Tapi mungkin aku tak berubah begitu banyak. Orang jahat hanya ada karena kondisi dan bukan karena mereka ingin berbuat jahat. 
Tadi aku membaca kembali tulisan-tulisan dari beberapa tahun silam. And I realized that people change and I missed them ... missed the way they made me feel. Missed the journey we had together ... How things were simple those days ...

Shirley and me

Image
I am really going to miss her ...

Dear Diary

Entah sejak kapan ruang ini menjadi tempat untuk menuangkan asa tanpa bentuk. Aku kehilangan cerita mengenai keseharian dan rupa. Tentang orang-orang yang aku temui sepanjang jalan, sapa ataupun orang yang membukakan pintu. Mungkin aku terlalu banyak membaca buku teori hingga imajiku mewujud dalam matriks. Hari ini lagi-lagi aku tak berhasil melangkahkan kaki menuju tempat kerja. Sedang tak ingin bercengkerama dengan manusia. Rupanya kemampuan sosialku menyusut hingga ke titik nadir. Akhirnya aku habiskan hari dengan mengurung diri di kamar.

Kemarin hari terakhir berkuda dan mau tak mau aku harus mengucapkan selamat tinggal. Kata yang tak pernah mudah dan meski aku sudah berulang kali aku ucapkan perasaan sedih itu tak pernah hilang. Ketika hidupmu beririsan dengan orang lain, ada sebagian dari dirimu yang berubah dan itu membuat perpisahan menjadi berat. Dan tentu saja dengan tipikal melankolis sepertiku, perasaan itu terasa seratus kali lebih berat.

Menulis tesis rasanya seperti mem…

Andre

Tak ada lagi Andre dan Kemala. Setelah beberapa tahun lalu ia memutuskan membiarkan Kemala menunggu  tanpa berani menampakan diri, kini ia menemukan balasan atas ketidakhadirannya. Sebuah undangan berwarna biru dengan gambar burung yang mengangkasa. Burung-burung tersebut membawa sebuah keranjang raksasa dengan dua orang di dalamnya. Ah Kemala tak pernah berhenti membuatnya takjub. Ketika mereka masih bersama, Kemala bercerita tentang Pangeran Kecil dan petualangannya menjelajah dunia. Dengan pandangan menerawang ia berkata, mungkin yang membuatnya jatuh cinta pada kisah itu adalah karena Pangeran Kecil berkelana sendiri dan pada akhirnya berakhir dengan gigitan ular sawa. Kemala suka dengan ironi sama halnya dengan awalan cerita tentang sindiran mengenai menjadi dewasa. Rupanya Kemala mengubah cerita itu dengan membiarkan Pangeran Kecil berkelana berdua bersama burung-burung sahabatnya. Kemala telah berubah, pikir Andre dan ia bahagia untuknya.

Menakar Keberagamaan

Belakangan ini aku jengah membaca berita tanah air. Isinya tak jauh-jauh dari pertikaian inter maupun intra agama ataupun tentang eyang memiliki istri hingga delapan. Atas nama sesat semua orang turut terlibat. Begitupula dengan ajaran yang dianggap menyalahi syariat. Orang berduyun-duyun mencap suatu tempat ibadat sebagai maksiat. Kalau memang takut, kenapa tak melakukan dakwah agar tak ada lagi yang jatuh dalam kategori sesat? Kenapa kaum beragam lebih senang menuding alih-alih memperbaiki diri dari dalam?

Ah, aku tak habis mengerti. Media massa hanya dijadikan sarana untuk saling berteriak dan mencaci maki. Tak lagi kutemukan berita yang bisa menyejukan hati. Berita yang bisa meyakinkanku kalau dunia ini masih layak dihuni.

Flower

He likes me
He likes me not
He likes me
He likes me not
He likes me
He likes me not
...