Posts

Showing posts from 2013

Mengingat Lalu

Seperti memandang film hitam putih Menyoraki pemeran utama tanpa bisa berbuat apa-apa

Ruang

sekali lagi malam mendengar cerita tentang siang ketika terang perlahan menggantikan temaram  dan ia harus melanjutkan perjalanan  memeluk gelap agar manusia bisa terlelap
ia ada ketika dirinya tiada dan manusia mencintai keduanya ketika mereka tak bersama
mereka satu dalam jarak

Rangga

"Kirana ...", ucap Rangga dengan nada terkejut.
"Hi Rangga, sudah lama kita tak berjumpa", ucapnya sambil melambaikan tangan.

Rangga tak tahu bagaimana status hubungan mereka. Sejak tiga bulan lalu hubungan mereka menggantung begitu saja. Beragam cara dilakukan Rangga untuk menghubungi Kirana, namun tak ada satu media pun yang mampu menghubungkan ia dengan Kirana dan saat ia memutuskan tak ada lagi harapan untuk dirinya Kirana muncul di depan kamar kostnya. Dengan senyum dan sapaannya yang khas. Rangga kehabisan kata. Rasa kangen yang ia tidak tahu ia miliki serasa hendak akan meledak tapi ia sama sekali tidak tahu apakah Kirana merasakan hal yang sama. Ia takut kalau Kirana datang untuk mengakhiri semuanya. Untuk terakhir dan selamanya.

Weird

“I am weird, you are weird. Everyone in this world is weird. One day two people come together in mutual weirdness and fall in love.” --Dr. Seuss

Ilusi

ia membiarkan ilusi itu merupa menjadi kata
mengguratkan ingatan yang tak seharusnya ada tulisan itu hanya lelucon kehidupan tentang dua orbit beririsan yang tak mungkin sejalan

Pujangga

kali ini ia kehabisan kata sanggah tak lagi berguna

Menunggu

entah sudah berapa lama ia menunggu
pundaknya tertunduk lesu
menunggu yang tak kunjung datang
hingga pagi hampir menjelang
ia tak peduli lalu lalang orang kian jarang
hingga akhirnya ia sendirian



Kirana

Musim gugur nyaris usai. Kini kemanapun ia melangkah udara dingin mendekapnya erat. Ia rindu musim semi saat bunga-bunga mulai bermekaran atau musim panas saat ia bisa berjemur di taman. Ah, ini hanya musim selang beberapa bulan ia akan bisa bertemu musim yang selalu membuatnya bahagia meski kini tanpa Rangga. Ia tidak tahu ... kadang rasanya bebas. Untuk melakukan segala tanpa perlu memikirkan siapa-siapa. Tapi kadang kebebasan juga membuatnya sesak. Ia merasa seperti layang-layang putus yang terbang sesuai kemana angin membawa. Ia seperti tak memiliki kuasa untuk melakukan sesuatu.

Mungkin ia merasa kosong. Meski selalu ada orang di sampingnya, Kirana tak tahu mau apa. Seperti siang tadi ketika ia merapihkan foto-foto lamanya, tatapannya berhenti pada beberapa gambar yang dikirim oleh temannya. Foto ketika ia sedang bermain dengan anak-anak. Dan wajahnya yang tertawa bahagia.

Rangga

Ia tidak tahu ...

Chocolate

"Life was like a box of chocolates. You never know what you're gonna get." --Forrest Gump

Dan melihat beragam informasi nama dan wajah sama sekali tidak membantu menjawab pertanyaan hal seperti apa yang akan aku dapat. Seperti biasa aku memilih untuk menjadi pengecut. Mengabaikan semua pesan yang masuk ke dalam kotak surat.

Kirana

Sendiri. Lagi. Dua minggu pertama terasa sulit. Namun menginjak minggu ketiga tidak menghubungi Rangga terasa biasa. Ia bisa kembali menjadi dirinya yang dulu. Mandiri tanpa selalu berharap teleponnya berbunyi. Genap dua bulan sudah ia tidak berkomunikasi dengan Rangga. Satu bulan silam pesan Rangga bisa ia jumpai dimana-mana. Pesan singkat, suara di mesin penjawab, surat di kotak surat apartemennya hingga pesan dari teman sekantornya. Berhubungan dengan Rangga seperti bermain yoyo, pikirnya. Tarik ulur hingga ia lelah. Tiap kali ia membuat jarak, tiap kali pula Rangga menggila. Dan tiap kali ia melunak dan luluh, Rangga mulai menjauh.

Mungkin mereka memang tidak ditakdirkan bersama. Mereka berdua memiliki masalah dalam komitmen. Tiap kali hubungan mereka menjadi serius, pasti ada yang lari ketakutan ...

Rangga

Belum ada kabar dari Kirana ... Ia telah meninggalkan beragam jejak di telepon genggam Kirana, kata hingga suara. Namun hanya hening yang ia dapat. Dua bulan lalu ia menginginkan keheningan ini, sekarang ia merasa kalau hening itu seperti mengejek kebodohannya. Rangga tidak pernah mengira kalau kangen bisa sedemikian menyiksa. Otaknya tak henti memutar imaji ketika ia terakhir berbicara dengan Kirana. Dan ... kian sering ia memutarnya, ia kian yakin bahwa semua ini kesalahannya.

Ia bodoh

Anak Kecil

Apa yang kau rasakan jika ada seseorang yang ketika melihatmu datang akan langsung berlari untuk memelukmu? Rasanya ajaib. Ketika kau beranjak dewasa, kadang perasaan menggebu-gebu itu tak lagi tampak. Kau akan menyapa santun, memberi kecupan ringan atau sebuah pelukan sayang. Berbeda dengan anak kecil yang ekspresif. Dan ketika dia mulai bisa menyebut namamu, dunia terasa sempurna. 
*sindrom paruh baya*


Rangga

Say something, I'm giving up on you.
I'll be the one, if you want me to.
Anywhere, I would've followed you.
Say something, I'm giving up on you.
(A great big world)

Satu bulan tanpa kabar dari Kirana. Ia yang memilih pergi tapi kenapa ia merasa kalau ia yang ditinggalkan?

Kirana

Rangga pergi mendaki meski ia meneteskan air mata. Namun entah kenapa ia merasa lega. Kepergian Rangga memberinya ruang untuk berpikir tentang dirinya sendiri. Daripada mengambang, mungkin akan lebih baik kalau semuanya diakhiri saja. Ia mengerti Rangga. Ia mengerti mengapa ia harus mendaki meski ia tak menyukainya. Mungkinkah dua orang yang saling mencintai bisa saling menyakiti? Entah sejak kapan ia mulai mencandu pesan-pesan singkat dari Rangga. Kalau sebelumnya ia bisa mandiri kini sendiri tak lagi memiliki makna. Rangga sebaliknya. Kalau dulu ia sering memberi kejutan pada Kirana, kini ia berubah acuh. Mereka berdua berjalan ke arah yang berbeda. Dan ketika semuanya tak lagi sejalan, masih perlukan ia bertahan?

Mungkin ia perlu menciptakan jarak. Kembali ke dirinya sebelum ada Rangga. Ketika ia bisa menaklukan semuanya sendirian. Bukankah sendiri hanya ilusi para penulis atau sineas untuk mendramatisasi keadaan?

Ia tidak akan menghubungi Rangga untuk satu bulan kedepan tekadnya.

Rindu Lalu

Kala aku masih menjadi segala
Melintas ruang menembus batas
Menjadi apa yang aku mau
Tanpa ragu yang membelenggu

Mungkin aku telah beranjak dewasa
Mencoba menelan semua dengan logika
Meninggalkan imaji
dan tenggelam dalam sunyi

Scholar

Aku selalu merasa dunia akademik seperti sebuah taman kanak-kanak raksasa. Arena untuk memuaskan ingin tahu tanpa ada seseorang pun yang akan menyalahkan rasa ingin tahu yang terlampau besar. Semua hal diterima dengan lapang dada. Dan jangan tanya meja kerjaku seperti apa. Penuh dengan origami, gasing, kotak musik dan beragam mainan lainnya. Orang-orang tampaknya sudah mahfum dengan hal-hal tidak biasa yang ada sehingga tak lagi banyak bertanya.

Rangga

Ah, indahnya menikmati pemandangan mentari di kala fajar. Ditengah udara dingin dan oksigen yang menipis karena ketinggian gunung Burangrang. Medannya memang tak seberapa dibandingkan beberapa gunung yang telah ia daki, tapi perasaannya tetap sama. Hidup di antara nafasnya yang terengah dan merasa semua indranya menjadi berkali lipat lebih peka. Mungkin ia sudah terlalu lama hidup di kota. Mencoba berbaur dengan suasana kafe yang menawarkan kepul asap rokok, alih-alih asap hawa dingin. Hawa dingin membuatnya sadar untuk bergerak dan menajamkan sisi primitifnya yang telah terlalu lama terlelap.

Kirana, apa yang harus kulakukan denganmu? Aku kehilangan diriku tiap kali bersamamu dan aku tidak tahu harus bahagia atau melenyap saja.

Makan & Tidur

Seharusnya Ramadhan diisi dengan tilawah ataupun memperbanyak ibadah. Namun dengan waktu buka puasa larut dan waktu sahur jam tiga pagi, mau tak mau makan dan tidur menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi iklan makanan dimana-mana. Haaa ... jadi berasa anak kecil lagi. Tapi bukan karena lapar ingin makan tapi karena jadi berpikir nanti untuk buka masak apa ya? Dengan panjangnya waktu sore, masak menjadi salah satu kegiatan untuk membunuh waktu. Kemarin percobaan rasanya gagal karena pukul 9.15 petang kamar sudah penuh dengan bau masakan padahal buka masih 45 menit kemudian.

Tadi malam akhirnya mencoba untuk tidak tidur sesudah Isya dan rasanya jauh lebih enak. Karena tidak tersiksa dan menggerutu karena harus terbangun ditengah-tengah lelap. Masalahnya tidur sesudah sahur jadi terasa lebih sulit karena perut kenyang dan gelisah kurang tidur. Pagi hari pun masih sering terbiasa karena belum terbiasa dengan siklus tidur hingga agak siang.

Tapi Ramadhan masih panjang. Masih ada banyak w…

Morpheus

Puasa adalah waktu yang tepat untuk berdoa tapi dengan waktu tidur yang kian sulit, menjalankan semuanya tepat waktu menjadi tantangan tersendiri T_T Mungkin aku harus menahan kantuk dari Isya hingga Subuh dan baru tidur setelah sahur. Dengan begitu tubuhku tidak akan menolak untuk bangun setelah dua jam tidur. Sampai sekarang belum menemukan formula yang tepat.

Jomblo

Yeah, after yesterday talk, I wonder whether I chose a path to drive all men away. The plan was only to be able to travel for free but probably I was too naive about what people might think about me. I just life carelessly but sometimes I miss the other half ...

Kirana

"Aku mau mendaki minggu ini ...", ujar Rangga
"Lagi Ngga? Kenapa ngga sekalian aja kamu bangun rumah disana dan kamu bawa peralatan kemping kamu ke sini. Toh, kamu sekarang lebih mirip orang gunung," balas Kirana dengan amarah. "..." "Ngga, kamu jangan pergi begitu aja dong. Kita belum selesai bicara." "Kamu bilang aku seperti orang gunung dan itu bukan pertanyaan. Jadi aku menganggap kita beda. Itu aja." "Kamu jangan gitu dong Ngga." "Gitu gimana?" "Minta kita putus ... Aku tahu kalau kamu menghindari aku." "Ake meghindar, tapi karena aku butuh waktu sendiri. Bukan karena kamu Ran." "Tapi gimana dengan aku Ngga?" "Maaf Ran, aku benar-benar ngga tau. Aku sampai pada titik kalau kamu ngga tahan dengan aku, aku akan mencoba merelakan kamu." "Lima tahun Ngga, lima tahun. Dan kamu minta aku untuk melupakan semuanya begitu aja." "Aku ingin mencari diriku dulu dan pad…

Sang Kala

mencoba mengejar sang kala
meski tahu tak mungkin untuk kembali
untuk mengubah keputusan-keputusan
yang kini hanya jadi kenangan

satu dekade silam
ataupun satu detik lalu
rasanya semua masih serupa
aku tak tahu mau kemana

tanya yang tak pernah terjawab


Academic Seasick

I got a wish for not getting a seasick in my voyage of sailing the literature. Funny Professor :) Now I know the name of the symptoms I got recently. I read too many literature without knowing their basic assumptions. After trying to slow down and investigate their ontologies, things became a bit clearer for me. There are many things to do, but I am happy with the distraction I got from other area. It made me reflect why this journey is hard for me. I never thought it's going to be this difficult, but know I realize that I am still a positivist. I even feel I am getting dumber since I lost certainty in knowing what I know.

And the key is Einstein's quote, "As far as the propositions of mathematics refer to reality they are not certain, and so far as they are certain, they do not refer to reality". I love certainty (or robustness) in mathematics even if it's not refer to reality. And now I am drowning in the sea of uncertainty.

I have to finish the journey that I …

Too Many Things

"...  I am interested in far too many things for my own good" I found this quotation from Bruce Edmond's blog, which pretty much describe my own situation. I am bored with my PhD, found it not interesting anymore. I want to move on and the cleanest way for doing it is by doing it as fast as possible. But apparently the bohemian part of me refused to work in a rationale way. Although I know I need to finish it before everything start to fall apart, I think the damage was already there. So what I am doing right now is just running away. Every time I start to open the word, my brain just go blank. I can still read papers even involve in discussion and write what people called as smart stuff, but once I return to my paper I cannot think about anything.

So now I return to my old style. Trying to take things easy and find an academic distraction than actor-network theory. I found my academic passion again in complexity theory. I read 'The New Kind of Science' when it w…

Carpe Diem

Image
Langit senja menyapa perlahan ... Lampu-lampu mulai terlihat gemerlap berlatar langit yang menggelap. Hari menua dan tampaknya sudah hendak menutup mata. Mau tak mau aku jadi terpikir tentang usiaku yang tak lagi remaja. Hidup tak bisa lagi tentang keinginan seperkian detik. Tanggungjawab, begitulah banyak orang menasehatiku. Ah, dunia akan jauh lebih sederhana jika semua bisa dilakukan tanpa perlu memikirkan apakah orang lain akan suka atau tidak. Terlalu banyak yang dipikirkan hingga kadang perjalanan kehilangan kejutan.

Lazy Sunday

Image

Supernova

Engkaulah getar pertama
yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup
Engkaulah tetes embun pertama
yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara
Engkaulah matahari Firdausku
yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara

Kau hadir dalam ketiadaan
Sederhana dalam ketidakmengertian
Gerakanmu tiada pasti
Namun, aku terus disini
Mencintaimu

-- Dee

Merindukan Lalu

Ketika semuanya masih sederhana ... Bertanya-tanya apa jadinya kalau aku jadi wartawan saja. Menekuni dunia yang telah kumulai sejak masih mengenakan seragam putih abu-abu. Dan berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Bertemu dengan beragam orang, bercerita dan bercengkrama. Ketika aku masih lugu dan menganggap semua orang tak akan berbohong. Tapi mungkin aku tak berubah begitu banyak. Orang jahat hanya ada karena kondisi dan bukan karena mereka ingin berbuat jahat. 
Tadi aku membaca kembali tulisan-tulisan dari beberapa tahun silam. And I realized that people change and I missed them ... missed the way they made me feel. Missed the journey we had together ... How things were simple those days ...

Shirley and me

Image
I am really going to miss her ...

Dear Diary

Entah sejak kapan ruang ini menjadi tempat untuk menuangkan asa tanpa bentuk. Aku kehilangan cerita mengenai keseharian dan rupa. Tentang orang-orang yang aku temui sepanjang jalan, sapa ataupun orang yang membukakan pintu. Mungkin aku terlalu banyak membaca buku teori hingga imajiku mewujud dalam matriks. Hari ini lagi-lagi aku tak berhasil melangkahkan kaki menuju tempat kerja. Sedang tak ingin bercengkerama dengan manusia. Rupanya kemampuan sosialku menyusut hingga ke titik nadir. Akhirnya aku habiskan hari dengan mengurung diri di kamar.

Kemarin hari terakhir berkuda dan mau tak mau aku harus mengucapkan selamat tinggal. Kata yang tak pernah mudah dan meski aku sudah berulang kali aku ucapkan perasaan sedih itu tak pernah hilang. Ketika hidupmu beririsan dengan orang lain, ada sebagian dari dirimu yang berubah dan itu membuat perpisahan menjadi berat. Dan tentu saja dengan tipikal melankolis sepertiku, perasaan itu terasa seratus kali lebih berat.

Menulis tesis rasanya seperti mem…

Andre

Tak ada lagi Andre dan Kemala. Setelah beberapa tahun lalu ia memutuskan membiarkan Kemala menunggu  tanpa berani menampakan diri, kini ia menemukan balasan atas ketidakhadirannya. Sebuah undangan berwarna biru dengan gambar burung yang mengangkasa. Burung-burung tersebut membawa sebuah keranjang raksasa dengan dua orang di dalamnya. Ah Kemala tak pernah berhenti membuatnya takjub. Ketika mereka masih bersama, Kemala bercerita tentang Pangeran Kecil dan petualangannya menjelajah dunia. Dengan pandangan menerawang ia berkata, mungkin yang membuatnya jatuh cinta pada kisah itu adalah karena Pangeran Kecil berkelana sendiri dan pada akhirnya berakhir dengan gigitan ular sawa. Kemala suka dengan ironi sama halnya dengan awalan cerita tentang sindiran mengenai menjadi dewasa. Rupanya Kemala mengubah cerita itu dengan membiarkan Pangeran Kecil berkelana berdua bersama burung-burung sahabatnya. Kemala telah berubah, pikir Andre dan ia bahagia untuknya.

Menakar Keberagamaan

Belakangan ini aku jengah membaca berita tanah air. Isinya tak jauh-jauh dari pertikaian inter maupun intra agama ataupun tentang eyang memiliki istri hingga delapan. Atas nama sesat semua orang turut terlibat. Begitupula dengan ajaran yang dianggap menyalahi syariat. Orang berduyun-duyun mencap suatu tempat ibadat sebagai maksiat. Kalau memang takut, kenapa tak melakukan dakwah agar tak ada lagi yang jatuh dalam kategori sesat? Kenapa kaum beragam lebih senang menuding alih-alih memperbaiki diri dari dalam?

Ah, aku tak habis mengerti. Media massa hanya dijadikan sarana untuk saling berteriak dan mencaci maki. Tak lagi kutemukan berita yang bisa menyejukan hati. Berita yang bisa meyakinkanku kalau dunia ini masih layak dihuni.

Flower

He likes me
He likes me not
He likes me
He likes me not
He likes me
He likes me not
...

Pujangga

Mungkin dewasa berarti membiarkan sang pujangga mati perlahan Tak ada lagi kisah cinta seperti masa muda ketika langit berwarna merah jingga Saatnya menghadapi kenyataan dengan penuh perjuangan  dan rasanya berat ...

Indra

Mungkin salah satu hal yang membuat aku jatuh cinta dengan anak balita adalah karena mereka lebih peka. Kalau aku harus mengandalkan wajah untuk menyampaikan apakah aku marah atau tengah gundah, mungkinn aku akan kalah. Aku tak tahu bagaimana menghilangkan senyum di wajah. Balita, di sisi lain mengandalkan beragam ekspresi lain. Karena kata belum sempurna, mereka mengandalkan mata ataupun gerakan. Dan sebaliknya, mereka akan menyerap emosi dengan segenap panca indra. Tak heran orang buta akan lebih peka terhadap suara dibandingkan orang yang bisa melihat karena mereka lebih fokus pada indra tertentu dibandingkan orang sempurna.

Sama halnya ketika berhadapan dengan binatang. Mulanya selalu ada jarak. Rentang untuk menentukan apakah orang baru ini bisa dipercaya. Langkah selanjutnya adalah melaju dengan tangan terbuka untuk menghilangkan semua kejutan yang mungkin ada. Selanjutnya baru komunikasi untuk menentukan apakah interaksi ini perlu dilanjutkan.

Hidup bisa sederhana tanpa kata. D…

Kemala

Ia tahu masa lalu tak bisa diubah. Dan kalau bulan-bulan terakhir ini ia mencoba untuk membuat segalanya mungkin, kini ia telah bisa menerima bahwa mereka memang tak bisa bersama. Mengakhiri semuanya adalah yang terbaik untuk mereka berdua. Kesadaran ini membuatnya tersenyum.

Mengapung

Seperti biasa aku mudah terpesona. Dan sabtu lalu yang menjadi sasaran rasa takjubku adalah petugas kebun binatang. Bercengkerama dengan hewan tanpa beban. Tak perlu banyak membaca ataupun menulis, kau bisa membuat banyak makhluk bahagia. Di lain waktu aku terpesona dengan pengantar bunga yang membuat orang senang dengan sebuah pesan. Melihat bagaimana hidup bisa berjalan dengan sederhana, aku kembali menanyakan pilihan-pilihan dalam hidup.
Ah, memang aku dalam kondisi mengapung. Belum tahu kemana akan bermuara. Daripada jadi pengantar bunga mungkin lebih baik jadi guru taman kanak-kanak. Setidaknya aku masih berada di jalur pendidikan sebagaimana yang selalu aku inginkan. Aku merasa beruntung karena selalu mendapatkan seseorang yang dapat kuandalkan dan aku merasa kalau itu kebaikan itu hanya akan genap kalau aku melakukan hal yang serupa. 
Seseorang pernah berkata, lakukanlah apa yang membuat kamu bahagia ... dan sayangnya tak ada formula untuk mencapai itu. Kadang mentari sudah cuk…

Planetarium

I wanna catch the sky ...

Tesis

Berada di tahap mempertanyakan keputusan mengambil PhD ... kenapa tak memilih jejak terbanyak. Lulus, kerja, dan berkeluarga. Hidup pastinya akan jauh lebih sederhana. Tadi pagi diawali dengan percakapan pendek di skype dengan pembimbing sebelumnya. I missed her but probably for a wrong reason ... I missed not having her, as I will miss my current supervisor once I leave him ... I guess the idea of missing someone is not because you like one more than the other, but it is more because you cannot have them both. I will live with that and meanwhile, I have to finish as soon as possible, I am bored and if I can't finish it shortly I am afraid I can't finish it at all

Pelaut & Kuda

Pelaut tangguh tidak dibentuk oleh laut yang tenang .... Dan seandainya bisa, aku memilih untuk menjadi tidak tangguh. Aku tidak peduli kalau orang memandangku cengeng jika itu bisa menghindarkanku dari seribu satu kesulitan. Tapi hidup mengajarkan sesuatu yang berbeda, menjadi tangguh bukan berarti kau memilih untuk menaklukan laut penuh rintangan, tapi bagaimana kau menghadapinya. Alih-alih berlari, kau memilih untuk menghadapi rintangan itu dengan penuh kesadaran.

Kemarin aku mendapatkan kuda baru. Dan kalau sebelumnya aku mengeluh karena kuda sebelumnya badung. Kini mungkin aku mengeluh karena kudanya terlalu jinak. Tanpa perlu menggerakan kaki, dia akan berjalan sendiri. Kalau sebelumnya aku mengerahkan segenap tenaga untuk membuat kudaku berjalan, kini semuanya seperti auto-pilot. Dan mungkin aku sedikit kehilangan pemberontakan itu. Kesulitan membuat semuanya lebih bermakna.

Ah, dasar manusia, tak pernah puas ....

Lentera

Belakangan ini pertanyaan mengenai apa yang aku mau kembali menyapa. Aku masih tak tahu apa jalan sejatiku. Jalan yang akan membuatku bahagia dan juga berguna untuk sesama. Kalau ada yang bertanya apa yang aku mau, jawaban paling jujur adalah aku mau berguna. Dan biasanya jawaban itu akan ditimpali dengan tatapan janggal. Tapi bukankah itu mengapa manusia itu ada, untuk menjadi lentera bagi sesama? Tentu saja sebelum bisa berguna, kau harus tahu apa yang kau mau. Bukankah siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan menemukan Tuhan. Aku kira semakin baik kau mengenal dirimu, kau akan semakin peka terhadap semesta.
Mungkin sudah terlalu lama aku tenggelam dalam perjalanan ini tanpa pernah lagi mempertanyakan lagi segala sesuatu. Tenggelam dalam waktu dan ritme yang menjadikan aku ada.

Milton

Setelah tiga minggu bersama, mencoba beragam cara agar semuanya bisa berjalan, hari ini hubungan itu harus berakhir. Semua orang memandang kita dengan berbeda dan dengan kelakuanmu yang kerap menabrak, aku tak heran mengapa mereka memutuskan kita lebih baik terpisah. Mungkin aku bisa lebih baik tanpamu dan kau tanpa aku. Tapi meski rasanya hanya sekejap, ada rasa yang tak mau enyah. Polahmu yang berbeda membuatmu lekat dengan sel kelabu di dalam kepalaku.

Dan minggu depan kuda baru ...

Tuan Kelabu

Hal yang aku suka dari profesorku adalah ia belum menjadi tuan kelabu. Tidak seperti sebagian kolegaku yang telah terikat dengan waktu. Mengikuti deret kegiatan meski percakapan tengah berlangsung seru. Senang rasanya melihat ia sudah kembali seperti sedia kala dengan cerita dan wajahnya yang ceria. Melihat wajahnya yang kaku beberapa waktu lalu seperti melihat gambar hitam putih di tengah musim semi. Kemuraman yang janggal.

Rubah

Entah kenapa aku jadi teringat kisah rubah ketika ia bertemu dengan Pangeran Kecil ...

Setapak

Dalam dunia yang mengalir kencang, aku merindukan jalan setapak. Dunia yang melambat karena detik dimaknai sedemikian rupa. Mungkin aku merindukan ritual. Jejak-jejak kecil, alih-alih sebuah lompatan besar. Dan mungkin sudah saatnya untuk sedikit lebih mandiri dan tidak hanya mengandalkan orang saja. Bukankah aku sudah memiliki Sang Maha Pencipta? Di sisi lain, senang rasanya memiliki orang yang peduli. Dunia jadi tidak terasa terlalu sepi.

Bajaj

Daripada bikin orang lain galau, lebih baik bahagia saja. Seperti biasa, aku ngga mood untuk kerja. Rasanya jenuh dengan jadwal yang ada. Dan tanpa terasa waktu berlalu begitu saja. Bulan-bulan menjelang berakhirnya kontrak dan pencarian ini harus disudahi. Tadi aku ditanya, kalau lulus mau kemana dan aku gamang. Dulu rasanya aku bisa menggapai semesta, tapi kini semuanya terasa tak sama lagi. Seperti ada sebuah lubang yang menganga dan aku tidak tahu apa.

Dan rasa galauku rasanya menular. Pembimbingku sampai mampir ke ruangan, menanyakan apakah aku baik-baik saja dengan wajah khawatir. Mau tak mau aku jadi tersenyum. Ah, memang bajaj takkan melaju kalau tak didorong.

Duh, manja. Dari dulu belum juga berubah.

Semesta

Hi semesta, masihkah kau di sana?
Menanti mimpi yang tak jua berujung
Pertanyaan sama tanpa jawab
Mungkin aku sudah lelah mencari
Mungkin lebih baik menjadi biasa
Mengikuti alur agar semua bahagia
tanpa perlu menjadi aku

C'est la vie

Somehow, I lost my touch in reading. This morning I did not manage to re-read several papers and when I started to open a new window to write a kind of introduction to my book, my head suddenly became blank. I guess I only need to be calm and everything would be alright. Sometimes, i feel that I am in the right place, but on other time, I feel great expectation. I simply hate it. I hate when people expect many great things from me. I just wanna be me. Without intensity. If I manage, it means that I chose the right career, but if it does not then find another one. Life should not be complicated. Thinking too much without knowing how to be happy. I guess this is part of being a grown up, you forget how to have fun. You become too serious with pattern and thought that people will talk bad things behind your back. For me, that kind of life is too pathetic. You only live once. So c'est la vie!

malam

berkawan pekat
tanpa bintang gemerlap
mungkin sudah saatnya untuk lelap
karena mentari tak lagi tampak

hi malam, bisikku lirih
mengapa kau melamun sendiri
tak bisakah kau ajak bulan bernyanyi
agar gelap tak lagi berteman sunyi

Tentang Lalu

Petang ini aku menyapa lalu
Kala namamu masih kerap tampak
Apa kabar, sapaku

Buku & Kata

Sudah lama rasanya tak menamatkan buku dari ujung satu ke yang lain. Entah karena aku cenderung membaca cepat, atau alur yang terlalu lambat hingga membuatku tergoda untuk melewatkan bagian tengah. Pun dengan buku-buku kuliah yang membuat kepala pening. Biasanya aku mengambil jalan tengah. Mencari seseorang yang telah merangkum (atau mengkritisi) buku tersebut. Cukup dua versi: pujian dan makian, dan aku akan mendapatkan gambaran kasar tentang apa yang ada di dalam. Kalau belum cukup, biasanya aku menggunakan versi elektronik untuk mencari pemahaman mengenai konsep-konsep yang aku butuhkan. Dengan begitu banyak buku yang harus aku baca, membaca merupakan kemewahan. Aku tak bisa lagi memuja kata sebagaimana yang dulu acap aku lakukan. Membaca menjadi kewajiban dan kadang itu menggerusku perlahan.
Tulisanku pun menjadi egois. Aku tak lagi peduli untuk dipahami. Kata menjadi ruang untuk menumpahkan apa yang ada di benak tanpa peduli apakah ada yang mengerti atau hanya menambah bit-bit da…

Sindrom Paruh Baya

Ok, I am not that old ...

Belakangan ini aku lagi seneng banget dengan anak kecil dan entah kenapa kayanya anak kecil juga seneng  ngeliatin aku. Kemarin pas lagi belanja ada anak kecil ngeliatin, sampai bapaknya bingung. Ketika jalan dengan seorang kolega ke Maastricht juga ada anak kecil yang ngedeketin sampai kolegaku bilang, wah yuti kamu punya pengagum. Dan Rabu kemarin juga sempat mengasuh anak 1,7 tahun yang tiap kali ngeliat aku minta dipeluk. It's impossible not to fall for him. Anaknya gembira terus dan senang bernyanyi. Akhirnya selama beberapa jam, kita menggambar dan main musik dengan panci dan apapun yang ada. Ketika aku cium pipinya, dia senyum-senyum gembira. My heart just melt ...

Never Said

"Words I Never Said"
(feat. Skylar Grey)

[Skylar Grey]
It’s so loud Inside my head
With words that I should have said!
As I drown in my regrets
I can’t take back the words I never said
I can’t take back the words I never said

[Lupe Fiasco]
I really think the war on terror is a bunch of bullshit
Just a poor excuse for you to use up all your bullets
How much money does it take to really make a full clip
9/11 building 7 did they really pull it
Uhh, And a bunch of other cover ups
Your childs future was the first to go with budget cuts
If you think that hurts then, wait here comes the uppercut
The school was garbage in the first place, that's on the up and up
Keep you at the bottom but tease you with the uppercrust
You get it then they move it so you never keeping up enough
If you turn on TV all you see’s a bunch of “what the fucks”
Dude is dating so and so blabbering bout such and such
And that ain't Jersey Shore, homie that's the news
And these the same people that supposed to be telling…

PhD's Life

I think what I like the most from the actor-network theory group is the fact that I can express whatever cross my mind. Field notes and transcripts, people not familiar with concept, and bloody deadline for finishing PhD. It always nice to have friend in pain, it makes the journey easier to bear. I'll definitely put their names in the acknowledgement ...

Tentang Sebuah Partai

Awalnya tak mau komentar tapi akhirnya geregetan sendiri. Bagi saya lebih mudah untuk percaya bahwa semua kisah ini adalah fitnah. Jadi meski saya kehilangan simpati pada pilihan politik partai ini sejak beberapa tahun silam dan diperparah dengan pilkada Jakarta silam, saya masih percaya partai ini bersih. Tidak sejalan dalam politik tapi tidak korupsi. Dan ini satu-satunya yang membuat saya memiliki kecendrungan untuk melihat partai ini sebagai 'baik'. Tapi dengan adanya tuduhan korupsi masalah daging, saya jadi berpikir ulang. Bagi saya kasusnya janggal jadi kalau ada yang berpikir ini jebakan bagi saya semuanya mungkin. Hal yang membuat saya kecewa bukan karena tanggapan orang luar atau komisi pemberantasan korupsi, melainkan pernyataan dari sang mantan ketua sendiri. Pada saat tabayyun sangat diperlukan, tidak perlu rasanya menggunakan kata-kata bersayap. Cukup bilang "saya tidak terlibat dan tidak ada sangkut pautnya dengan AF, Maharani atau siapapun itu". Titik…

Pieces

.. and I don't like the conclusion of the pieces I found

Football

It's not about how good you are,
but whether you can work together
And I think,
I am done in trying to fit in

Running away

Probably, it's time to stop running away ... moving from one point to another only because I can. When I finished my final project in mathematics, my supervisor told me that I should do whatever I like, as long that I am happy. I got A's during my first and last year. First year since I was excited about my new life and last year since my supervisor seemed to interested with my study and I simply didn't want to let him down. Master is too short to mess up ... and PhD ... the same length as bachelor ... and probably I will give more effort for the same reason. People asking around ... while I still live carelessly

cin(T)a

Bandung ...
miss it ...
much

Kudeta

Otak kanan atas kiri Hanya karena sebuah sapa Dunia kata memang dicipta untuk menemani pujangga yang sedang setengah gila karena bahagia
*aiiggooo 1000 words to go :(

Fall

... ing for you

Good Reason

If I cannot do it for a good reason,
then you are enough to keep me move

Karenina

You cannot ask why for love