Posts

Showing posts from January, 2012

Andre

Apakah agama seperti cinta? Ia tahu apa yang dirasakannya tak masuk akal, namun dengan logika yang dimilikinya, ia tak juga mampu menghapus bayang Kemala. Apakah ini yang menyebabkan Kemala melakukan ritual lima kali sehari yang tak dimengertinya? Awalnya Andre mengira agama menyebabkan seseorang menjadi fanatik dan berpikiran sempit, namun perkenalannya dengan Kemala menghapus semua dugaan itu. Kemala adalah salah satu orang paling stabil yang pernah dikenalnya. Kalau dulu ia menganggap alkohol sebagai salah satu cara mencapai keseimbangan, kini ia tak yakin lagi. Ia menyukai bagaimana zat itu menurunkan tingkat kewaspadaannya. Membuatnya lebih santai, meski ia menolak menghilangkan seluruh kesadarannya. Ia senantiasa bangga dengan kontrol yang ia miliki. Senin hingga Jum'at untuk kegiatan produktif dan Sabtu-Minggu untuk menjadi konsumtif, bangun siang, mencari tempat makan enak, bercengkrama dengan Kemala, atau menonton pertandingan sepakbola.
Ia kehilangan keseimbangan dan mun…

Kemala

Malam itu ia makan pasta. Mudah, singkat, dan cepat. Hanya itu yang ia butuhkan untuk mengusir bayangan kursi kosong di hadapannya. Tak ada canda tawa maupun botol anggur putih yang sering ia beli tanpa pernah ia tahu rasanya. Sering ia tak bisa membedakan gelasnya dengan Andre. Dari jauh keduanya memantulkan warna yang sama, emas bening. Anggur putih dan jus apel. Seperti kedua dunia mereka yang berbeda namun dipertemukan dalam ruang-ruang yang sama. Perbedaan itu terasa mengejeknya. Andre tak pernah kehilangan kesadarannya. Ia tak suka alkohol kuat seperti tecquilla misalnya, namun tetap saja menembus batas itu terasa salah. Perasaan yang terasa kian melemah.
Sudahkah ia menyerah pada bisikan-bisikan yang dulunya ia anggap iblis itu?

Andre

Setelah beberapa malam makan dengan pasta. Malam ini ia memutuskan untuk makan nasi. Biasanya ia tak suka membiarkan kesibukan memasak memenuhi harinya, namun setelah makan malam sendiri terasa demikian hampa, ia berharap kenangan mampu menambah sedikit rasa. Melewati kerumitan mengiris dan mengaduk demi mendapatkan ritme yang dulu diisinya bersama. Kalau dulu roti dan sup panas sudah cukup membuat harinya berwarna, kini ia membutuhkan kerumitan untuk membuatnya puas.
Ia mencoba memikirkan makanan yang enak. Namun memvisualisasikan dirinya makan sendiri hanya membuat kursi kosong di hadapannya kian terlihat jelas.

Kemala

Ia memikirkan sebait kemungkinan itu. Kebersamaan tanpa nama. Tak perlu ada ikatan, hanya keberadaan satu sama lain. Dipertemukan ruang dan waktu. Mereka tak perlu terperangkap dengan nama-nama yang ada dalam drama, ia hanya perlu dia. Bukankah itu yang membuat ia bahagia? Ia tahu apa yang ia lakukan mungkin tidak benar. Tapi mereka bisa tetap menjaga hal itu bukan? Menjalankan semua yang mereka yakini tanpa mengorbankan kebersamaan mereka.

Andre

Jika semua tatanan tak setuju,kita bersama saja Kau dan aku Tanpa nama

Kemala

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I begged
I remember you said,
"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead"

You'd know how the time flies
Only yesterday was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise of our glory days

Ia benci lagu itu. Benci akan kebenarannya hingga ia merasa sah saja untuk meneteskan air mata. Benarkah cinta tentang substitusi, menggantikan satu sosok dengan yang lainnya, hanya atas nama status semata? Ia masih teringat perbincangan mereka di meja makan tentang kalori dan energi. Andre suka mencari tahu, dan Kemala sangat suka menjadikan kebiasannya itu sebagai bahan candaan. Ia suka melihat wajah cemberut Andre yang kemudian akan disudahi dengan gelak tawa. Sekarang detil-detil itu menghantuinya kemanapun ia melangkah. Kian banyak yang Andre katakan, kian sempit gerak langkahnya. Tayangan sepak bola mengingatkan dirinya tentang cerita …