Posts

Showing posts from August, 2011

Kemala

Episode sebelumnya: sebulan lalu ia memutuskan untuk menutup episode tentang Andre ...
Dan kini ia tercenung membaca surat perkenalan yang entah kenapa membuatnya tersenyum. Surat tak biasa dari orang yang nyaris tidak dikenalnya, tapi entah kenapa kata-kata yang ada di dalamnya seolah menjawab segala pertanyaan yang ada dibenak Kemala. Tentang Andre, tentang perbedaan, dan tentang seribu satu hal yang membuat mereka nyaman untuk menghabiskan waktu bersama meski sang kala pula yang mengakhiri kisah mereka berdua. Mungkin ia mengawali semuanya dengan salah. Mungkin tak seharusnya ia merasa nyaman ketika masa depan mereka dari awal sudah buram. Dan kini ia diberikan sebuah kesempatan untuk menjalin cerita baru. Sebuah surat perkenalan ... serius. Sebuah anti-tesis dari apa yang dilakukannya selama ini.
Ia atau tidak?

Andre

Episode sebelumnya: Ia melihat Kemala melangkahkan kaki ...
Dalam hitungan detik ia akan kehilangan kesempatan untuk meraih gadis itu kembali dalam kehidupannya. Ia akan kembali ke dalam ritual rumah, kantor, dan bar tanpa benar-benar merasa menjadi bagian dari sesuatu. Mungkin ini lebih baik. Dua tahun yang lalu ia mencoba berubah hanya untuk mengetahui bahwa itu hanya akan membuat dua hati patah. Ia memang bisa berubah mengikuti keinginan Kemala untuk mengganti beberapa huruf agar mereka bersama. Namun sudah lama ia tak percaya dengan agama, dan sel kelabu dalam kepalanya tak membolehkan ia untuk mengikuti sesuatu tanpa rasionalitas. Ada banyak pertanyaan yang tidak terjawab ketika ia mencoba untuk mengerti dan menyerahkan rasionalitasnya pada satu sosok gadis hanya membuat dirinya terasing. Sejauh apa seseorang harus berubah jika ia ingin tetap menjadi seorang diri yang utuh?
Biarkan malam ini menjadi saksi kemenangan otak kirinya ...

Kemala

Episode sebelumnya: mereka berdua di taman ...

Mungkin ini jawaban atas semua doanya: bahwa mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Semua peluang boleh menyajikan seribu satu cerita, namun kini ia telah menemukan jawaban atas semua masalahnya. Berpisah adalah hal terbaik bagi mereka berdua. Ia tak perlu lagi memikirkan hati siapa yang akan ia menangkan. Ia tak harus memilih antara keluarga yang menginginkan pernikahan seiman atau hatinya sendiri yang berbeda jalan. Dua tahun ia mencoba memikirkan jalan keluar dan selama itu pula ia tak menemukan jawaban jika memang Andre datang. Ketidakhadirannya memang menorehkan luka yang tajam, namun itu juga menjadi jawaban atas semua pertanyaan yang selama ini menghantui benaknya.
Ia berharap sebelah tangan. Kegamangannya sia-sia. Seandainya ia mengetahui bahwa Andre tak mau berjuang, mungkin ia bisa mulai melangkah setahun silam. Tapi entahlah, egonya terluka karena ia sedikit yakin hari ini akan menjadi reuni mereka berdua. Ia membayangka…

Biasa

Kenapa sulit untuk menjadi biasa? Kenapa rasanya selalu kehilangan kata? Tampaknya ada yang benar-benar dalam kepala Hal-hal kecil jadi terasa istimewa

Dia

Semua tak biasa. Tak ada cerita, tak ada tawa. Hanya sebuah sapa di pagi dan petang. Dingin. Mungkin sibuk, mungkin lagi tak ingin menjadi ramah. Entahlah ... Mungkin lebih baik begini, karena dalam hitungan hari aku takkan lagi berbagi ruangan dengan dia. Namun tetap saja terasa aneh apalagi karena minggu sebelumnya keadaan berbeda seratus delapan puluh derajat. Mungkin sedang cemas ... tapi biasanya ia cerita.
Berharap hari ini aneh dan Rabu akan menjadi seperti sedia kala ...

Andre

Episode sebelumnya: Kemala menunggu Andre hingga senja mulai beranjak ...

Betapa ia merindukan kehadiran sosok itu dalam hidupnya dan kini hal yang memisahkan mereka hanya beberapa langkah. Ia hanya perlu menampakan diri dan dua tahun penantian takkan lagi berarti. Mereka berdua berhasil mengatasi ujian tanpa kata itu dengan kembali hadir di tempat ini. Namun kenapa ia tak juga yakin? Mengapa tak seperti Kemala ia memilih untuk sembunyi alih-alih menampakan diri. Egonya menang karena ia tahu Kemala menunggu dirinya sementara gadis itu tak pernah tahu ia sudah di sini dengan bunga putih di genggaman. Ya, ia ingin memberitahu bahwa ia ingin memulai semuanya dari awal lagi.
Kenapa Kemala harus hadir? Mereka berbeda dua tahun lampau. Mereka tetap berbeda kini. Namun mereka membagi satu hal yang tetap sama: perasaan terhadap satu sama lain. Ah, ini benar-benar gila. Ia tak yakin apapun tentang masa depan mereka jika ia dan Kemala memutuskan untuk bersama, tapi ia juga telah hidup 2 tahun pe…