Posts

Showing posts from 2011

Andre

Tiga hari menjelang akhir tahun ...
Ia hanya memiliki satu resolusi untuk tahun 2012: memulai hidup baru. Apapun itu ...

Kemala

Ia membenci suasana akhir tahun ... Meski ia tak lagi bisa menatap salju namun suasana sendu itu tak berubah. Apartemen yang terlalu lengang karena libur telah membuat kertas-kertas maket itu lenyap. Meski sebagian besar pekerjaan Kemala tak lagi menggunakan kertas, namun Kemala masih tetap terpesona dengan suara goretan pinsil di atas kertas, karena itu biasanya ia tak bisa melihat mejanya. Dan ketika ia mencoba merapihkan pekerjaannya. Ia menemukan secarik kertas dari Andre.
Bagaimana caranya agar lupa? Kenapa otak kirinya tak bisa mengambil alih? Mengapa kenangan-kenangan itu terasa baru saja terjadi kemarin? Ia tahu ia menjadi terlalu terbiasa dengan kehadiran Andre, tapi itu semua terjadi beberapa tahun silam. Kenapa banyaknya waktu yang ia habiskan sendirian tak bisa mengimbangi semua kenangan itu?

Andre

Haruskah dunia hanya tentang mereka berdua? Ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan membuat daftar tentang apa yang telah dilakukannya satu hari ini. Pergi ke Albert Heijn, teringat dengan makanan kesukaan Kemala, melanjutkan perjalanan ke kantor, teringat bagaimana kadang ada bunga di resepsionis, dan lagi-lagi Kemala. Menyelesaikan satu maket yang sudah ditundanya sejak sebulan silam, makan siang, lagi-lagi teringat Kemala. Ternyata usaha mekanistik yang ia lakukan malah membuatnya kian teringat. Mungkin ia harus menerima proyek lebih banyak. Membiarkan otak kirinya mengambil alih tubuh dan juga jiwanya ...

Kemala

Mungkin di kehidupan yang lain mereka ditakdirkan bersama. Perasaan mereka nyata, namun dunia menolak mereka bersama. Ia masih merasakan sesuatu yang menggelitik hanya dengan membaca kata-kata dari Andre. Mungkinkah ia bisa lupa? Bisakah ia berhenti membandingkan semua sosok yang mendekatinya dengan Andre? Dengan bagaimana ia tertawa, melakukan hal-hal kecil tanpa diminta?
Dunia sedang tak berpihak padanya ...

Andre

Setelah tiga tahun tak mendengar kabar, Kemala mendapatkan apa yang ingin ia dengar. Namun ia tak lagi yakin dengan perasaannya. Jika dulu ia menantikan kepastian itu, kini kata itu seolah kehilangan pesonanya. Surat itu masih membuat detak jatuknya berdegup lebih kencang. Ia masih peduli, kalau kau ingin tahu. Tapi dampaknya tak menggebu-gebu lagi seperti dulu. Apakah ini cinta? Apakah dulu ia bisa dinamakan jatuh cinta?

Dear Kemala,
Maafkan aku karena tak menjumpaimu di taman setahun yang lalu. Aku berdiri di sana dengan segala kekuatan untuk tak melangkah mendekatimu. Aku mencoba menjadi ksatria dengan mencoba percaya bahwa mencintai berarti melepaskan kau pergi. Tapi nyatanya aku tak lebih dari seorang pengecut karena tak berani menghadapi perasaanku sendiri. Aku melihatmu menunggu. Mengamati wajahmu yang menyiratkan sejuta rasa antara harapan, cemas, dan kemudian pasrah. Kau pantas marah padaku dan saat kau memperoleh surat ini, mungkin kau sudah melanjutkan hidupmu. Aku berharap k…

Kemala

Andre membentangkan kenangan-kenangan mereka. Mengejar kucing di tengah taman. Cerita acak tentang orang pertama yang lewat di depan meja mereka. Cuci piring. Mata penuh tawa. Tanpa perlu melihat apa yang ada dibalik layar Andre selalu bisa menebak dengan tepat apa yang tengah dilihatnya. Jika kau menghabiskan begitu banyak waktu bersama, kau tak perlu lagi penjelasan. Kau tak perlu lagi berkata kau gembira ataupun cemas, kau akan tahu. Sesederhana itu. Kau bisa mengatakan hal tergila yang ada dalam benakmu tanpa takut kau akan disalahpahami.
Ah cinta ...

Andre

Ia ingin berhenti berpikir. Selama dua tahun terakhir ia lelah mengikuti otak kirinya yang menghantarkannya pada sebuah jalan buntu. Kini ia hanya ingin bahagia. Ia tak peduli jika apa yang dilakukannya berlawanan dengan semua logika yang ada. Jika ia melakukan hal yang benar, kenapa tetap ada sesuatu yang hilang? Kenapa ia tidak bisa merasa puas dengan kemenangannya dalam kompetisi arsitektur tingkat Eropa? Kenapa pelariannya pada kerja tak juga membangkitkan kegairahan yang dulu selalu ada? Jika ia tahu tak ada jalan bagi keduanya untuk bersama, kenapa ia masih ingin mencoba jalan paling tidak mengikat yang pernah ada? Kenapa?
Ia hanya ingin Kemala membalas suratnya. Ia tidak tahu bagaimana mereka akan menghadapi ini semua. Ada ribuan kilometer yang membentang diantara mereka namun ia ingin tetap percaya bahwa semuanya mungkin. Kemala bisa kembali bekerja di Belanda, mereka bisa kembali menghabiskan waktu bersama. Semua akan sempurna ... Tapi Kemala akan rindu keluarga dan akarnya. D…

Kemala

Haruskah ia mengikuti kata hatinya? Luruh dalam gejolak dengan meniadakan otak kirinya. Ia tak tahu. Kalau memang semuanya salah kenapa ia tak juga menyerah? Kenapa ia tak dibuat lupa? Ia masih ingat bagaimana hal-hal kecil bisa membuatnya bahagia. Ia tak membutuhkan bunga dan memang tak pernah memperolehnya. Namun ia senang bagaimana mereka bisa begitu cocok bersama tanpa perlu ada aba-aba. Kebersamaan mereka seperti sudah digariskan semesta. Ia hanya perlu menjadi ada tanpa perlu menjawab pertanyaan mengapa.
Ia tahu jika ia melangkah lebih jauh, segala biasa akan berubah menjadi belenggu. Ia tidak mau memilih, tapi ia juga tidak bisa memiliki. Ia bimbang ...

Andre

Ia melakukan kesalahan dan ia tidak menyesal. Lebih mudah jika ia tidak membiarkan kenangan itu mengambil alih jemarinya. Mengetikan sebait surat yang mampu menafikan ribuan kilometer yang menganga diantara mereka. Setelah ia memutuskan untuk tidak tampak, bukankah ia lebih baik tidak hadir kembali. Kalau peluang tidak membesar, untuk apa ia mencoba lagi? Tapi bagaimana jika ia tidak bisa lupa? Bagaimana jika dua tahun rentang tak membuatnya bisa berpaling? Dan ia memang tidak berpaling. Ia masih hadir di taman itu dengan segenap jiwanya. Ia hanya bisa menyerah pada pikiran bahwa ketiadaannya merupakan hadiah terbaik. Meski itu merobek dirinya. Meski dorongan untuk menunjukan diri membuatnya nyaris gila. Tapi kini ia memilih jalan yang seratus delapan puluh derajat berbeda. Tidak hanya menunjukan bahwa ia masih ada, tapi juga menyatakan bahwa ia tidak bisa lupa.
Ia menyerah pada kenangan-kenangan yang mengejeknya tiap kali ia memejamkan mata ...

Kemala

Surat elektronik dari Andre ... dan ternyata ia masih memiliki ruang di dalam hatinya untuk sosok yang telah merobek hatinya. Sejauh apapun ia jatuh cinta pada Arya, ia hanyalah sesosok maya yang tidak pernah ia jumpai. Dan seberapa dalam ia benci pada Andre, kebersamaan mereka merupakan fakta yang tidak bisa ia pungkiri. Menemukan sebait nama itu di kotak suratnya dengan mudah membangkitkan kenangan-kenangan yang selalu ada. Ia tak pernah lupa betapa masa-masa dengan Andre adalah saat terindah dalam hidupnya. Ia bisa melakukan segala dan Andre akan menyelesaikan tarian yang telah ia mulai. Mereka adalah satu dalam dua tubuh yang berbeda.
Selain kenyataan bahwa mereka sangat cocok satu sama lain tak ada lagi yang sama. Dan mungkin seluruh dunia akan menentang kebersamaan mereka. Kemala hanya tak ingin dibenci semesta, Andre tak ingin Kemala sedih karena kebersamaan mereka. Meski itu berarti ia harus menjauh. Bukankah itu arti cinta yang sesungguhnya, melakukan segala sesuatu bahkan jik…

Arya

Dear Kemala,Aku tidak menyangka akan mendapatkan kata-kata itu darimu. Perasaanku bercabang ketika mendengar kedua kata itu disebutkan dengan begitu gamblang, meski akulah yang pertama membuat cinta menjadi seperti permata tiruan, indah namun tak bermakna. Saat itu yang terlintas dalam kepalaku hanyalah pembebasan untuk mengekspresikan rasa yang ada di dalam hatiku. Aku rindu untuk mencinta, dan pada perasaan itulah aku tunduk ketika menuliskan surat untukmu. Mendapatkan kata-kata serupa darimu membuatku sadar bahwa kata cinta itu seperti belenggu, ia menciptakan ikatan tanpa pernah tahu apa yang terikat dan bagaimana ikatan itu tercipta. Ia mulai menciptakan denyut kehidupan sendiri yang bahkan aku tak tahu bagaimana untuk larut kedalamnya.
Kemala, aku hanya tahu kau sebatas ide tapi kau sudah mulai menghirup segala imajiku. Aku tak tahu apakah aku sanggup bertahan dalam tarian penuh ketidakpastian ini. Kau mampu merenggut semua jiwaku hanya dengan ketidaktahuanku akan dirimu. Kau wuj…

Kemala

Belum ada balasan ... dan ia merasa sedikit kecewa. Ketika ia benar-benar merasa siap dengan segala konsekuensi dari jawaban yang ia berikan, ia malah tak mendapatkan apapun. Tidak balasan, pun jawaban tentang bagaimana membuat semuanya mungkin. Dan hal terparah dari semuanya, ia tak mengerti bagaimana orang yang hanya ia ketahui lewat bit-bit maya mampu membuatnya kecewa. Sebuah nama yang bisa menjungkirbalikan seluruh semesta hidupnya. Tampaknya ada yang benar-benar salah dalam hidupnya ...

Arya

Kalau sebelumnya ia bisa tertawa karena membaca dua kata, kini ia hanya bisa diam termenung membaca kata-kata balasan di layar monitornya. Segala argumen runtuh, logika tiada, ia bahkan tidak yakin apakah ia masih memahami bahasa Indonesia dengan baik. Aku mencintaimu titik. Ia pernah tidak tidur tiga malam karena tidak mampu memahami suatu persamaan matematika, namun pada saat itu setidaknya ia tahu apa yang harus ia lakukan. Ia tahu bagaimana mendapat rujukan yang akan membuatnya lebih dekat pada jawaban. Kini ia sama sekali tak memiliki pegangan.
Ia mencoba menggunakan otak kirinya. Mencari sebait pijakan bagi balasan yang diterimanya dan tetap tak yakin atas kesimpulan yang ia perolehnya. Andaikan ia seorang pujangga, mungkin ada dua narasi yang akan tercipta. Bahwa ini semua hanya sebuah permainan yang menghadirkan ia sebagai salah satu tokohnya dan tiap saat ada kemungkinan ia akan melihat kamera. Narasi lainnya adalah Kemala percaya pada penilaian lewat sebait informasi. Tentan…

Kemala

Apakah dengan kopi darat ia akan kembali mengulangi episode yang kini telah ia akhiri? Bukankah lalu telah mengajarkannya untuk tidak mudah merasa nyaman dengan kehadiran seseorang. Lalu jika kopi darat bersambung dengan seribu satu darat lainnya, akankah ia pada akhirnya berlabuh? Apakah ia sebaiknya membuat pernyataan demi pernyataan itu sendiri dan bukan orang dibaliknya? Jika ia mendapat pesan tersebut sebelum episodenya dengan Andre, ia akan dengan mudah mengiyakan permintaan itu. Surat maupun kopi darat hanya merupakan langkah untuk berpindah dari satu labirin ke labirin lainnya. Untuk tahu lebih dalam, untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu, tanpa benar-benar kehilangan dirinya sendiri. Tapi ia telah berubah, ia lelah.
Jadi apa yang harus ia ketikan dalam surat balasan, bahwa mereka tak sebaiknya bertemu kalau tidak serius atau sebaiknya ia menghentikan semuanya bahkan sebelum dimulai. Alih-alih mengikuti segala pertimbangan yang menggelayuti otak kirinya, ia mengetikan dua k…

Arya

Episode sebelumnya: surat untuk Kemala

Kau gila


-K


Ia tertawa membaca dua kata balasan dari Kemala. Setidaknya harapan itu masih ada, Kemala tidak menolak gagasan bahwa ia mencintai ilusi tentang dirinya. Dan memang tidak ada kata lain yang lebih tepat dibandingkan gila. Ia hanya tak menyangka seseorang akan mengutarakannya dengan sedemikian gamblang. Jika ia ingin bermain, ia akan mencari segala informasi yang bisa ia peroleh tentang Kemala. Hal-hal apa yang disukainya, kata-kata apa yang akan membuat Kemala tertarik, ia akan menyajikan itu semua untuk memenangkan simpatinya. Tapi sungguh, ia lelah. Arya hanya ingin menjadi dirinya sendiri, tanpa harus takut kehilangan apapun. Bukankah ia setuju untuk menjalankan usul gila ini karena dia ingin merdeka dari segala penilaian?

Ia mengetikan balasan untuk surat itu dalam alamat surat elektronik yang ia buat khusus untuk proyek ini:
Kopi darat?


-A

Kemala

Episode sebelumnya: surat di tangan ...
Dear Kemala, Seorang teman mengajukan sebuah usul gila kepadaku sepekan silam. Ketika pertama kali mendengarnya aku tidak tahu harus berkata apa. Untuk pertama kali dalam hidupku aku tak bisa memberikan sanggahan. Menurut teori peluang, aku tidak akan kehilangan apapun karena bagaimana mungkin aku akan kehilangan sesuatu yang belum aku miliki. Namun di sisi lain, usul ini juga menawarkan sebuah ilusi. Kau adalah ilusi atas semua permasalahanku. Aku tidak tahu apakah aku akan hancur jika ternyata ilusi ini tidak berjalan dengan baik. Kadang aku senang membiarkan sesuatu yang tidak tampak tetap pada tempatnya agar aku masih bisa berharap. Aku membutuhkan ketidakpastian agar aku bisa membuat pilihan, agar aku bisa melepaskan diri jika ada sesuatu yang salah. Dengan surat ini, ilusi itu akan berubah menjadi realita.
Kau pernah mendengar cerita tentang kotak Pandora? Ketika Pandora tak bisa menahan rasa ingin tahunya, ia membuka kotak larangan yang men…

Arya

Episode sebelumnya: ia mengirimkan surat perkenalan untuk perempuan yang hanya pernah ia dengar namanya, Kemala.
Mungkinkah ini akan menjadi pelabuhan terakhirnya? Arya tahu bahwa satu-satunya alasan ia berpindah hati adalah karena ia tidak siap dengan tanggungjawab. Tiap kali ada orang yang menanyakan kapan ia akan melangkah ke jenjang berikutnya, tiap kali pula ia memutuskan untuk menghentikan apa yang sudah ada. Apakah ia merasa sedih? Jawabannya adalah ya. Ia tidak pernah siap untuk kehilangan, namun ia juga tidak siap dengan ikatan. Namun kehilangan seseorang yang sangat dekat dengannya dua tahun silam membuat Arya memikirkan kembali semua prioritas hidupnya. Satu hal yang ia sadari, ia tak mau lagi kehilangan meski ia sendiri yang kerap melakukannya.
Dan kini ia dihadapkan dengan salah satu usul gila: mengirimkan sebuah surat cinta kepada seorang yang tidak dikenalnya. Peluang diterima: lima puluh-lima puluh. Peluang bahagia: lima puluh-lima puluh. Ia hanya berharap kedua peluang …

Kemala

Episode sebelumnya: sebulan lalu ia memutuskan untuk menutup episode tentang Andre ...
Dan kini ia tercenung membaca surat perkenalan yang entah kenapa membuatnya tersenyum. Surat tak biasa dari orang yang nyaris tidak dikenalnya, tapi entah kenapa kata-kata yang ada di dalamnya seolah menjawab segala pertanyaan yang ada dibenak Kemala. Tentang Andre, tentang perbedaan, dan tentang seribu satu hal yang membuat mereka nyaman untuk menghabiskan waktu bersama meski sang kala pula yang mengakhiri kisah mereka berdua. Mungkin ia mengawali semuanya dengan salah. Mungkin tak seharusnya ia merasa nyaman ketika masa depan mereka dari awal sudah buram. Dan kini ia diberikan sebuah kesempatan untuk menjalin cerita baru. Sebuah surat perkenalan ... serius. Sebuah anti-tesis dari apa yang dilakukannya selama ini.
Ia atau tidak?

Andre

Episode sebelumnya: Ia melihat Kemala melangkahkan kaki ...
Dalam hitungan detik ia akan kehilangan kesempatan untuk meraih gadis itu kembali dalam kehidupannya. Ia akan kembali ke dalam ritual rumah, kantor, dan bar tanpa benar-benar merasa menjadi bagian dari sesuatu. Mungkin ini lebih baik. Dua tahun yang lalu ia mencoba berubah hanya untuk mengetahui bahwa itu hanya akan membuat dua hati patah. Ia memang bisa berubah mengikuti keinginan Kemala untuk mengganti beberapa huruf agar mereka bersama. Namun sudah lama ia tak percaya dengan agama, dan sel kelabu dalam kepalanya tak membolehkan ia untuk mengikuti sesuatu tanpa rasionalitas. Ada banyak pertanyaan yang tidak terjawab ketika ia mencoba untuk mengerti dan menyerahkan rasionalitasnya pada satu sosok gadis hanya membuat dirinya terasing. Sejauh apa seseorang harus berubah jika ia ingin tetap menjadi seorang diri yang utuh?
Biarkan malam ini menjadi saksi kemenangan otak kirinya ...

Kemala

Episode sebelumnya: mereka berdua di taman ...

Mungkin ini jawaban atas semua doanya: bahwa mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Semua peluang boleh menyajikan seribu satu cerita, namun kini ia telah menemukan jawaban atas semua masalahnya. Berpisah adalah hal terbaik bagi mereka berdua. Ia tak perlu lagi memikirkan hati siapa yang akan ia menangkan. Ia tak harus memilih antara keluarga yang menginginkan pernikahan seiman atau hatinya sendiri yang berbeda jalan. Dua tahun ia mencoba memikirkan jalan keluar dan selama itu pula ia tak menemukan jawaban jika memang Andre datang. Ketidakhadirannya memang menorehkan luka yang tajam, namun itu juga menjadi jawaban atas semua pertanyaan yang selama ini menghantui benaknya.
Ia berharap sebelah tangan. Kegamangannya sia-sia. Seandainya ia mengetahui bahwa Andre tak mau berjuang, mungkin ia bisa mulai melangkah setahun silam. Tapi entahlah, egonya terluka karena ia sedikit yakin hari ini akan menjadi reuni mereka berdua. Ia membayangka…

Biasa

Kenapa sulit untuk menjadi biasa? Kenapa rasanya selalu kehilangan kata? Tampaknya ada yang benar-benar dalam kepala Hal-hal kecil jadi terasa istimewa

Dia

Semua tak biasa. Tak ada cerita, tak ada tawa. Hanya sebuah sapa di pagi dan petang. Dingin. Mungkin sibuk, mungkin lagi tak ingin menjadi ramah. Entahlah ... Mungkin lebih baik begini, karena dalam hitungan hari aku takkan lagi berbagi ruangan dengan dia. Namun tetap saja terasa aneh apalagi karena minggu sebelumnya keadaan berbeda seratus delapan puluh derajat. Mungkin sedang cemas ... tapi biasanya ia cerita.
Berharap hari ini aneh dan Rabu akan menjadi seperti sedia kala ...

Andre

Episode sebelumnya: Kemala menunggu Andre hingga senja mulai beranjak ...

Betapa ia merindukan kehadiran sosok itu dalam hidupnya dan kini hal yang memisahkan mereka hanya beberapa langkah. Ia hanya perlu menampakan diri dan dua tahun penantian takkan lagi berarti. Mereka berdua berhasil mengatasi ujian tanpa kata itu dengan kembali hadir di tempat ini. Namun kenapa ia tak juga yakin? Mengapa tak seperti Kemala ia memilih untuk sembunyi alih-alih menampakan diri. Egonya menang karena ia tahu Kemala menunggu dirinya sementara gadis itu tak pernah tahu ia sudah di sini dengan bunga putih di genggaman. Ya, ia ingin memberitahu bahwa ia ingin memulai semuanya dari awal lagi.
Kenapa Kemala harus hadir? Mereka berbeda dua tahun lampau. Mereka tetap berbeda kini. Namun mereka membagi satu hal yang tetap sama: perasaan terhadap satu sama lain. Ah, ini benar-benar gila. Ia tak yakin apapun tentang masa depan mereka jika ia dan Kemala memutuskan untuk bersama, tapi ia juga telah hidup 2 tahun pe…

Kemala

Kemala masih tak mau beranjak meski temaram senja kini telah berganti dengan pekat malam. Orang lalu lalang mulai berkurang, jalanan mulai lengang, namun ia masih menyimpan secercah harapan. Pada suara langkah kaki, pada gesekan daun, pada suara kesejuta yang mungkin akan mempertemukannya dengan dia. Dua tahun sudah berlalu semenjak mereka mengucap janji untuk bertemu kembali jika perasaan mereka masih sama. Setelah lelah dengan semua perbedaan yang acap jadi perbincangan orang, mereka memutuskan untuk mengambil jeda.
Setelah ia menghabiskan dua tahun dengan menghitung hari, haruskah ia menghabiskan hari ini dengan menghitung detik hingga malam berubah menjadi pagi? "Ah, aku memang gila ... mungkin janji itu hanya ilusi, mungkin dari dulu memang tak pernah ada kita, dan mungkin hari ini aku hanya ingin merasa sepi", rutuk Kemala dalam hati.

Diri

Bagaimana mengalahkan sendiri? Agar suasana hati tak mudah berganti menjadi negatif dan terus menjadi produktif. Ah, tapi mungkin ada baiknya jika bisa berganti-ganti agar ada friksi dan bisa memberikan inspirasi. Karena beda membuat dunia berwarna dan tak hadir dengan wajah yang itu-itu saja. Mungkin kini saatnya membiasakan diri untuk berangkat lebih pagi juga. Tapi kalau itu aku lakukan hari rasanya menjadi sangat panjang :)
Saatnya membuat perubahan. Mulai menyusun apa yang dibenak menjadi kepingan-kepingan yang lebih utuh. Tak hanya membuang apa yang ada di kepala tapi juga berpikir lebih dalam. Siapa bilang hidup ini gampang, yang harus dilakukan hanya membuatnya agar tetap dilakukan dengan hati senang :)
Selamat pagi kawan!

Titik

Ketika titik ada tanpa mula masih bisakah ia dijadikan tanda bagi akhir. Memulai suatu yang baru, mencoba mengakhiri yang lalu, tapi entah kenapa bayang menjadi suatu yang selalu ada. Mungkin karena titik tak pernah tunggal. Ia senantiasa menyublim dalam titik baru. Merangkai untaian frase dalam sebuah penggalan-penggalan hingga tak kehilangan makna. Ah, malam pujangga saatnya otak kiri beraksi ...

Sapa!

Sudah lama ruang ini tak kusinggahi. Terlalu banyak pekerjaan? Ah, sibuk hanya pembenaran untuk tak peduli. Kala hati telah berpaling dan minat telah berpindah tempat. Namun adakalanya ada sebuah rasa yang menyeruak. Mengembalikan ingatan pada masa-masa lampau, pada lalu yang nyaman. Ruang yang bisa memberi ketenangan.
Dan kini aku kembali untuk sebuah sapa!

Sendiri

Ketika baru menginjakan kaki di Belanda musim dingin tahun lalu, ada satu lagu yang selalu kuputar berulang kali. Alhasil lagu itu terasosiasi dengan satu rasa: sendiri. Kadang ada seribu satu pertanyaan yang menghantui, kenapa aku memilih jalan ini? Apa yang sebenarnya aku cari? Lebih sering jawaban atas pertanyaan terakhir adalah tidak tahu.
Apakah hidup harus selalu dengan jawaban? Entahlah. Berada di hotel sendiri di negara asing kadang yang terasa hanya sepi.