Thursday, January 10, 2008

Legenda Pribadi

Karena aku seorang pemimpi, aku lebih senang melihat manusia sebagai makhluk unik. Kenapa juga semua orang harus memenuhi kriteria cerdas tertentu, kalau masih ada jalan lain yang lebih menarik. Pembimbingku selalu menekankan yang penting sesuatu dijalankan dengan senang, seperti yang beliau lakukan di dunia math-nya. Kalau ngga salah ingat, di buku Dewey atau Freire, salah satu tolak ukur untuk melihat apakah seorang guru mengajar dengan gaya bank atau ngga, adalah dengan melihat pancaran matanya, hihi... kayanya redaksionalnya rada meleset.

Kenapa seseorang harus bangga dengan kecerdasannya? Dunia penuh dengan ilmuwan? Owh please, ngga kebayang bakal kaya apa, kecuali ilmuwan itu diartikan terbebas dari parameter formal, hingga tukang sate pun bisa menciptakan ramuan yang membuat pelanggannya setia dan disebut ilmuwan. Kenapa harus seragam, bukankah Sang Maha pun menciptakan manusia beragam untuk saling mengenal, mengetahui keunikan satu sama yang lain hingga tak saling menafikan atau berbangga hati. Prinsip yang menempatkan penyapu jalan setara dengan Presiden yang bisa menghiasi Kompas halaman depan.

Ah, kadang aku lelah. Benar-benar tak mengerti segala label yang diproduksinya tiap hari. Label postmo yang kian menjauhkan aku dari makna...

NB: Karena di kampus, blogger, dan gmail sering bermasalah, aku jadi hijrah ke Multiply, dan lama-lama malah jadi keterusan. Hmmm... kasihan blogspot jadi sedikit terbengkalai... maaf ya kalau sudah mampir ternyata tak menemukan hal yang baru *huahahaha... si Yuti lagi narsis, ketika sedang menghadapi deadline akut*

7 Comments:

Anonymous elvy said...

spgfhm, sedikit narsis ya....? koq baru nyadar? hehehe.... becanda :)

12:40 PM  
Blogger Budhiana said...

pendidikan gaya bank? exactly it's Paolo Freire's.

12:29 AM  
Blogger ariani said...

iya, gaya bank-nya Freire kang, tapi yang mata bercahaya itu lupa darimana...

1:42 PM  
Anonymous budi sulis said...

multiplynya di mana, Yuti?

10:56 AM  
Blogger ariani said...

http://yutiariani.multiply.com

*lama ngga keliatan tulisannya*

11:31 AM  
Blogger Warastuti said...

Eh Yut.. inget bahasan implementasi teori evolusi yg plg akut gak? Waktu di Gampong Aceh... Itu lhoo..soal pandangan bhw manusia juga akan terseleksi bdsr kecerdasan, dll.

Aku jadi mikir....enggg berarti kalo gitu teori evolusi itu condong pada keseragaman ya.. alih2 mencari format unggul?

Bener ga si gw...(thinking mode on)

7:58 PM  
Blogger ariani said...

kalau aku melihat evolusi malah menunjang keragaman dengan tugas spesifik tertentu...

karena evolusi memungkinkan muncul keunikan-keunikan, sperti jenis spesies beragam di Galapagos..

10:34 PM  

Post a Comment

<< Home