Sunday, December 02, 2007

Times New Roman

Saat-saat menjelang akhir kuliahku di Studi Pembangunan. Yups, seminggu belakangan ini waktu tidurku ngga karuan, antara nulis tesis, transkrip hasil wawancara, dan merapihkan tulisan-tulisan yang kacau. Manajemen waktu ancur, ditambah ada lagi kerjaan ngga jelas, ngejar tandatangan orang. Kalau waktu dulu kerja di LAPI, temen-temenku udah hapal dengan istilahku kerjaan ngga ilmiah a.k.a time consuming. Well, ngejar-ngejar tandatangan orang adalah salah satunya, mulai dari janjian ketemu, ngaret, sambil cengar-cengir nerangin, sistem aneh dimana untuk mengeluarkan uang diperlukan tandatangan acara dan bon terlebih dahulu.

Ok, sedikit main logika:
Jika membeli makanan, maka Anda akan mendapat bon.
Jika Anda mendapat bon, maka uang dari kas negara bisa keluar.

Kalau kondisinya adalah:
Serahkan bon, maka Anda akan mendapat uang, secara logika seharusnya kegiatan makan itu sudah terlaksana, tapi nyatanya ngga, ditambah masalah tanggal-tanggalan. Aaaargh! Kehidupan yang aneh, apalgi aku ngga biasa main di domain teknis. Biasanya aku orang di belakang layar, jadi belajarnya benar-benar dobel. Waktu di math, urusan administratif yang bantuin pembimbingku, ampe aku pernah ditanya begini ama orang TU, "Kamu mau mengikuti aturan ITB atau pembimbing?" Tentu aja aku milih yang sederhana, bukan melanggar atau bandel, tapi yang simple aja.

Kenapa sih, sesuatu yang sederhana harus dibuat rumit, dan ini termasuk si Times New Roman ini nih. Masa udah nulis cape-cape, dengan sepenuh hati, tenaga, waktu dan pikiran, akhirnya harus hadir dengan tulisan Times New Roman. Gila, bikin sakit mata aja. Padahal di math, aku nulis ngga pakai standar itu. Jadi kalau ada yang bilang seorang matematikawan kaku, itu mitos banget. Yang jelas dari segi penulisan karya ilmiah, di math jauh lebih fleksibel. Kata dosenku yang sekarang, ganti aja, toh tulisan bukan sesuatu yang esensial. Well, coba aja ngomong kaya gitu ke anak DKV, pasti jawabannya ngga banget, atau kalau bikin program dengan struktur semua rata kiri. Aku pernah diketawain ama teman, karena struktur penulisan programku ancur banget, jadi susah dimengerti, meski sama-sama jalan. Intinya mah, penampilan itu ngga bisa dipisahkan dengan isi, dan font TNR masih bikin mood-ku ngilang.

Komprominya sih, aku nulis pakai font lain, trus di bagian akhir tinggal di ganti. Masalahnya, gambar-gambarku jadi belepotan, karena ada pemenggalan halaman yang ngga pas. Belum lagi aku jadi bete karena jadi jelek.

Target besok tesis beres nih, pengen tahu komen pengujiku soalnya...

1 comment:

arifin said...

iya nih..saya juga lagi ribet ngejar2 tandatangan orang2 LPPM..

oooyy duit proyek gue cairin dooonnnng!!!! mo makan nih!!!!!

The Extra Mile

The difference between good and great is the extra mile. Doing things even when it is not requested  because you care. So when people asked ...