Wednesday, December 12, 2007

Senja

“Tapi bagaimana caranya?”
“Biarkan imajimu mengabadikannya saat senja.”
“Kenapa senja?”
“Karena saat itulah ia hadir dalam kesejatiannya.”


Kata-kata itu terus terngiang dalam benaknya. Kenapa sulit sekali menangkap senja orang tersebut? Perbincangan dengannya lebih mirip permainan catur yang menyenangkan karena permainan itu sendiri, bukan karena apa yang terjalin. Sebuah relasi yang tak pernah disukainya, karena ia hanya dapat meraba-raba, tanpa tahu benar apa yang dipijaknya. Terlalu banyak wajah yang ia hadapi hingga kesejatian hanya hinggap sejenak tanpa pernah benar-benar tampak. Ataukah ia memang menghadapi teka-teki? Layaknya kotak Pandora yang hanya akan mengeluarkan tragedi ketika disibak?

Ia benar-benar tak mengerti. Segala cara hanya melahirkan strategi, lagi-lagi. Seolah kehidupan orang itu memang untuk memanfaatkan atas nama ideologi. Oh, sudahlah, ia lelah dengan dongeng usang itu. Tak perlu bersembunyi pada sesuatu yang suci jika hanya ingin menarik seseorang dalam sebuah kepentingan. Apalagi jika dilekatkan pada sesuatu yang murni, ia benar-benar jengah. Memilih untuk frustasi atau binasa dalam zaman? Pilihan yang benar-benar suram. Alternatif lain mungkin menggunakan beribu topeng agar dapat berubah warna sesuai kebutuhan. Haruskah ia mengalah kalah dan berbalik arah?

Saat ini ia benar-benar tak menyukainya...

5 comments:

elvy said...

kalo boleh berpendapat si, biarlah semua mengalir begitu adanya, ngga usah dipaksakan ngertiin sesuatu ato seseorang yg emang gak mau dimengerti. kalo prinsipku itu, ti, namanya cinta yg melepaskan, bukan cinta yg mengikat, terasa perih kali ya, tapi lama2 pasti bisa rela dan tenang... (duh, sok tau banget ya :))

Anonymous said...

But what am I saying? In love, no one can harm anyone else; we are each of us responsible for our own feelings and cannot blame someone else for what we feel.



It hurt when I lost each of the various men I fell in love with. Now, though, I am convinced that no one loses anyone, because no one owns anyone.



That is true experience of freedom: having the most important thing in the world without owning it.


PC, EM, p90

ariani said...

lho koq jadi tentang cinta... tapi memang iya sih, bukankah hidup ini didasari oleh cinta. bagi sang pecinta, semua tampak sebagai lautan penanda cinta...

@nn: cinta yang membebaskan, indah dalam konsep, sulit dalam pelaksanaan. setidakanya aku belajar untuk terus menjadi ke arah sana...

Anonymous said...

iya,
perasaan bukan lagi ngomongin cinta dech ...
ini kan lagi ngomongin kehidupan!!! :)

elvy said...

hehehe... semua-semuanya kan bisa nyangkut sama yang namanya 'cinta' :)

The Extra Mile

The difference between good and great is the extra mile. Doing things even when it is not requested  because you care. So when people asked ...