Monday, December 31, 2007

Chaos

"Seharusnya dia tidak melakukan itu."
Sial. Nada marah yang ia ungkapkan tak bisa menutupi luka yang tergambar jelas di matanya. Aku lebih memilih melihatnya meluapkan amarah daripada menghadapi dinding pertahanan. Kenapa harus dibuat sulit, kenapa ada banyak sekali sekat untuk melihat apa yang di dalam, dan terlebih, bagaimana dia mau meyakinkanku untuk percaya?

Topeng itu masih terpasang erat, meski perlahan mulai goyah. Aku tak tahu apa yang terjadi jika dinding itu runtuh. Seperti masuk ke putaran chaos dalam saluran air. Kondisi yang dimana tak ada jalan kembali...

2 Comments:

Blogger Gandhi Anwar S said...

hm, memang seperti itulah.. :d

shoutbox nya ga ada? yaudah skalian ngsh tau link blog sy jd ini, bkn yg dl.. (delshadi)

6:13 PM  
Blogger ariani said...

ada, tapi suka error..

wah ganti-ganti alamat terus nih...

9:56 PM  

Post a Comment

<< Home