Wednesday, October 31, 2007

Nietzsche

Dipandanginya buku itu... lama. Antara ingin tertawa atau meringis. Betapa kehidupannya begitu ironis. Berlari sekuat tenaga, tapi kembali pada titik mula yang ia juga tak pernah mengerti mengapa. Benarkah ini jalannya? Sebuah legenda yang telah dititiskan begitu menyapa dunia? Tapi semua orang pasti memiliki kisah senada. Ia yakin itu, keyakinan yang terus ia ucapkan, ulang dan dengungkan untuk menambah kekuatan hatinya. Tapi kali ini ia ingin sedikit berbeda, benarkah jalan yang menghadang didepannya?

Perlahan ia membuka lembar demi lembar buku tebal itu. Wangi buku dengan halaman paperback langsung menyapa hidungnya. Warna kertas yang tak terlampau putih menyapa dengan begitu pas. Tapi isinya tak pernah mudah, mempertanyakan segala sesuatu, mulai dari Tuhan hingga pengetahuan. Ia ingin sang pemberi buku ada disampingnya, berbagi tentang apa yang tertera. Bahkan kehdairannya akan lebih cukup dari kedua buku yang dibungkus rapih itu. Buku tentang kegelisahan yang tak pernah usang, tentang tamak yang senantiasa jamak, dan tentangnya yang tak henti bersinar.

Terimakasih...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home