Monday, January 10, 2005

Hidup Pluralitas!!!

Imagine there's no heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today...

Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace...

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one

Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world...

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one
(Imagine-John Lennon)

Mungkin ngga ya, ada dunia universal dimana manusia hidup dengan bahagia dan saling melengkapi. Kaya' bumbu masakan aja, asin menggenapkan manis, pahit memberi nuansa dan jeda untuk merasakan sisi lain. Liat aja kopi, kan pahit, tapi tetep aja enak(meski kadang gulanya dibanyakin he..he..). Tapi kadang sekat negara membuat semuanya berbeda, atau yang sekarang lagi booming, isu mengenai agama. Kenapa sih? Apa benar yang membuat perang tak berkesudahan adalah karena perbedaan, atau emang ada orang yang dari sononya jahat. Wah, itu mah kaya setan dong, dari awal keberadaannya dia udah mengikrarkan diri menjadi penggoda dan bakal masuk neraka. Manusia kan punya otak, punya nurani, atau lagi-lagi nurani itu hanya masalah persepsi hasil kebudayaan?

Perang contohnya. Kayanya semua orang bakal sepakat kalo perang tuh jahat. Perang itu jahat? Apa maksudnya coba? Masa sebuah tindakan bisa dikenai kata sifat. Ngga taulah, kaya perang Irak kemaren aja, banyak koq demo yang dilakuin ama warga Amrik yang ngga setuju dengan aksi Amrik nyerang Irak, tapi perang tetep aja jalan dan semuanya itu mengatasnamakan KEBAIKAN. Hu..h jadi inget kata-kata, "Untuk mencapai kedamaian, harus lewat perang." Tapi memang sih ngga semua perang itu jahat. Mungkin perang itu bisa menjadi suatu hal positif ketika ia dikiatkan dengan pengorbanan. Toh, manusia hidup karena punya visi, ya ngga sih?

Gara-gara ini aku sering dicap liberal. He..he.. abisnya kadang logikaku humanis banget. Bahkan aku punya persamaan islam=fitrah=baik. Nah karena ketiganya ekivalen, maka ketiganya itu harus berjalan seiring. Masalahnya, penilaian baik juga relatif. Siapa yang bisa menjamin penafsiran seseorang tersebut bener. Aristoteles(kalo ngga salah) bilang pemimpin yang paling baik adalah seorang filsuf, trus Arabi bilang Rasul cocok dengan gambaran ini, soalnya mendapat hikmah itu langsung dari Sang Sumber. Intinya sih, sejernih apa seseorang dapat menilai baik atau buruk. Dan karena alasan ini pula, aku lebih deket dengan siroh yang ngisahin kehidupan plural dan cinta tanpa batas. Bahkan ya... Rasul pernah ditegur sama Allah SWT karena nyuekin orang buta(wa.. pak, sirohnya menguap semua) gara-gara lagi ngadain deal dengan para petinggi. Dari perhitungan politis, simpul masa memang bisa menarik banyak orang, tapi islam bukan tentang simpul masa, orang penting, tapi tentang bagaimana menjadi manusia.

No comments:

De-taming

"... What does that mean-- 'tame'?" asked the Little Prince. "It is an act too often neglected," said the fox. ...