Monday, December 27, 2004

Dunia... dunia

Boleh ngga ya? Tadi pagi pas buka e-mail dapet kiriman cerita. He..he.. kacau abis. Saya culik satu deh buat di blog...(:D)

Seorang Akhi baru saja melangsungkan pernikahan dakwahnya dengan seorang akhwat yang sama-sama berjiwa aktivis pula. Minggu-minggu awal pun dilalui dengan penuh ceria, Qiyamul-lail berjamaah, baca Al-Ma'tsurat sama-sama, tabligh akbar bersama bahkan sampai demo dan longmarch pun dilakukan sama-sama. Suatu ketika setelah pulang dari suatu acara seminar bertemakan Poligami, pasangan ini terlibat dalam pembicaraan serius," Bagaimana Mi, pendapat Ummi tentang poligami secara umum "

" Abi, secara umum poligami tidak ada nilai buruknya sebagaimana yang digemborkan banyak orang, bahkan itu merupakan solusi satu-satunya lho."

" solusi bagaimana maksud Ummi ?"

" Maksudnya, coba deh abi lihat, berapa perbandingan jumlah ikhwan dan akhwat, di Jakarta aja lebih dari 1 : 7, kalau semuanya dapat satu-satu, maka bagaimana nasib yang tiga lainnya ? "

" Kalo Ummi sudah paham, bagaimana kalo kita yang memulai ?"

" Maksud Abi bagaimana ? "

" Abi mau poligami, tapi yang cariin calonnya ummi saja ya."

" Apaa..! abi mau poligami ? "

" Ya dong, khan Ummi sendiri yang bilang tadi, ingat ini juga sunnah Nabi Muhammad SAW lho.."

" Wah ! kalo begitu abi salah menafsirkan Siroh Nabawiyah, khan Rasul berpoligami setelah istri pertamanya Kahdijah ra, meninggal.Nah ! Jadi abi boleh menikah poligami sampai empat pun boleh, asal setelah Ummi, istri pertama Abi ini, meninggal, OK ?"

" Ini pasti Murobbiyah ya yang ngajari..?"

Sang istri tersenyum manja penuh kemenangan

No comments:

De-taming

"... What does that mean-- 'tame'?" asked the Little Prince. "It is an act too often neglected," said the fox. ...