Pages

Wednesday, May 15, 2013

Mengapung

Seperti biasa aku mudah terpesona. Dan sabtu lalu yang menjadi sasaran rasa takjubku adalah petugas kebun binatang. Bercengkerama dengan hewan tanpa beban. Tak perlu banyak membaca ataupun menulis, kau bisa membuat banyak makhluk bahagia. Di lain waktu aku terpesona dengan pengantar bunga yang membuat orang senang dengan sebuah pesan. Melihat bagaimana hidup bisa berjalan dengan sederhana, aku kembali menanyakan pilihan-pilihan dalam hidup.

Ah, memang aku dalam kondisi mengapung. Belum tahu kemana akan bermuara. Daripada jadi pengantar bunga mungkin lebih baik jadi guru taman kanak-kanak. Setidaknya aku masih berada di jalur pendidikan sebagaimana yang selalu aku inginkan. Aku merasa beruntung karena selalu mendapatkan seseorang yang dapat kuandalkan dan aku merasa kalau itu kebaikan itu hanya akan genap kalau aku melakukan hal yang serupa. 

Seseorang pernah berkata, lakukanlah apa yang membuat kamu bahagia ... dan sayangnya tak ada formula untuk mencapai itu. Kadang mentari sudah cukup untuk membuatku bahagia, namun di lain waktu bahkan mentari pun tak membantu. 

Saturday, May 11, 2013

Planetarium

I wanna catch the sky ...

Wednesday, May 08, 2013

Tesis

Berada di tahap mempertanyakan keputusan mengambil PhD ... kenapa tak memilih jejak terbanyak. Lulus, kerja, dan berkeluarga. Hidup pastinya akan jauh lebih sederhana. Tadi pagi diawali dengan percakapan pendek di skype dengan pembimbing sebelumnya. I missed her but probably for a wrong reason ... I missed not having her, as I will miss my current supervisor once I leave him ... I guess the idea of missing someone is not because you like one more than the other, but it is more because you cannot have them both. I will live with that and meanwhile, I have to finish as soon as possible, I am bored and if I can't finish it shortly I am afraid I can't finish it at all

Thursday, May 02, 2013

Pelaut & Kuda

Pelaut tangguh tidak dibentuk oleh laut yang tenang .... Dan seandainya bisa, aku memilih untuk menjadi tidak tangguh. Aku tidak peduli kalau orang memandangku cengeng jika itu bisa menghindarkanku dari seribu satu kesulitan. Tapi hidup mengajarkan sesuatu yang berbeda, menjadi tangguh bukan berarti kau memilih untuk menaklukan laut penuh rintangan, tapi bagaimana kau menghadapinya. Alih-alih berlari, kau memilih untuk menghadapi rintangan itu dengan penuh kesadaran.

Kemarin aku mendapatkan kuda baru. Dan kalau sebelumnya aku mengeluh karena kuda sebelumnya badung. Kini mungkin aku mengeluh karena kudanya terlalu jinak. Tanpa perlu menggerakan kaki, dia akan berjalan sendiri. Kalau sebelumnya aku mengerahkan segenap tenaga untuk membuat kudaku berjalan, kini semuanya seperti auto-pilot. Dan mungkin aku sedikit kehilangan pemberontakan itu. Kesulitan membuat semuanya lebih bermakna.

Ah, dasar manusia, tak pernah puas ....

Tuesday, April 30, 2013

Lentera

Belakangan ini pertanyaan mengenai apa yang aku mau kembali menyapa. Aku masih tak tahu apa jalan sejatiku. Jalan yang akan membuatku bahagia dan juga berguna untuk sesama. Kalau ada yang bertanya apa yang aku mau, jawaban paling jujur adalah aku mau berguna. Dan biasanya jawaban itu akan ditimpali dengan tatapan janggal. Tapi bukankah itu mengapa manusia itu ada, untuk menjadi lentera bagi sesama? Tentu saja sebelum bisa berguna, kau harus tahu apa yang kau mau. Bukankah siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan menemukan Tuhan. Aku kira semakin baik kau mengenal dirimu, kau akan semakin peka terhadap semesta.

Mungkin sudah terlalu lama aku tenggelam dalam perjalanan ini tanpa pernah lagi mempertanyakan lagi segala sesuatu. Tenggelam dalam waktu dan ritme yang menjadikan aku ada.

Thursday, April 25, 2013

Milton

Setelah tiga minggu bersama, mencoba beragam cara agar semuanya bisa berjalan, hari ini hubungan itu harus berakhir. Semua orang memandang kita dengan berbeda dan dengan kelakuanmu yang kerap menabrak, aku tak heran mengapa mereka memutuskan kita lebih baik terpisah. Mungkin aku bisa lebih baik tanpamu dan kau tanpa aku. Tapi meski rasanya hanya sekejap, ada rasa yang tak mau enyah. Polahmu yang berbeda membuatmu lekat dengan sel kelabu di dalam kepalaku.

Dan minggu depan kuda baru ...

Saturday, April 20, 2013

Tuan Kelabu

Hal yang aku suka dari profesorku adalah ia belum menjadi tuan kelabu. Tidak seperti sebagian kolegaku yang telah terikat dengan waktu. Mengikuti deret kegiatan meski percakapan tengah berlangsung seru. Senang rasanya melihat ia sudah kembali seperti sedia kala dengan cerita dan wajahnya yang ceria. Melihat wajahnya yang kaku beberapa waktu lalu seperti melihat gambar hitam putih di tengah musim semi. Kemuraman yang janggal.