Posts

Rasa

Ketika kau menyukai seseorang, kadang kau ingin semesta tahu tentang apa yang kau rasa. Kau punya belasan alasan tentang mengapa kau jatuh cinta. Kau suka dengan tawanya, kau suka polahnya, kau suka dengan hal-hal konyol yang ia lakukan. Kau ingin membuat ia bahagia. Tapi meski kau tulus, kadang orang jatuh cinta dengan cara yang berbeda. Alasan yang kau rasakan tentang mengapa kau jatuh cinta tak selalu berlaku sama. Ada yang jatuh cinta lewat belasan detik yang menentukan segalanya. Pandangan mata yang betabrakan lebih lama dari seharusnya dan kau tahu hidupmu tak akan lagi sama. Lain orang lain kisah. Kau jatuh cinta pada ritual yang terbentuk karena sering bersama. Tak ada aba-aba, tak ada kata, semuanya mengalir begitu saja.

Begitu pula dengan sebuah akhir. Ketika seseorang sampai pada suatu titik dan memilih bahwa satu sama lain tidak menjadi prioritas bagi yang lainnya. Hubungan itu akan merenggang hingga akhirnya kau dan dia menjadi orang asing.

Memilih

"Bagaimana mungkin aku beralih setelah semua perjuangan yang aku lakukan selama ini?"
"Tapi itu lucunya hidup bukan, kau tidak pernah tahu mana jalan yang terbaik. Kau mungkin saja merasa pilihan yang kini terbuka dihadapanmu sebagai sebuah distorsi atas jalan hidup yang selalu kau bayangkan, tapi siapa tahu keseluruhan hidupmu diperuntukan untuk saat ini, agar kau siap. Pada akhirnya, hidup itu bukan tentang bagaimana kau diberi kesempatan tapi tentang bagaimana kau memilih diantara kesempatan-kesempatan yang ada."
"Entahlah ..."
"Kau pernah jatuh cinta kemudian putus?"
"..."
"Bisa saja proses itu kau perlukan dalam hidupmu untuk menjadi lebih baik. Kau bahkan mungkin belajar hal-hal baru ketika bersamanya, hal-hal yang tetap kau tekuni meski tidak lagi bersamanya. Pada saat putus, kau mungkin merasa duniamu hancur, tapi mungkin itu cara hidup menjagamu agar kau memiliki kemampuan tertentu yang membuatmu berkembang."
"K…

Yasmin

"Yasmin, kenalkan ini Bintang. If you want to translate your crazy ideas into codes, he is the one you are looking for. Bintang, Yasmin is a maverick. She studies many things, too many things for my liking. But I guess that is where her great unconventional ideas are coming from. I hope both of you can meet in the middle to make the projects work," ujar Dimas.
"Yasmin," ujarnya sambil mengulurkan tangan.
"Bintang," balas Bintang sambil menjabat tangan Yasmin.
"Mohon kerjasamanya."
"Likewise."

Perkenalan itu terjadi satu dekade silam dan sejak itu banyak hal terjadi di antara mereka. Their one word conversation to hours talking after office hours. Pekerjaan mereka menuntut keduanya untuk sering bersama dan seiring dengan berjalannya waktu, bersama menjadi sewajar bernapas. Bintang selalu ada Yasmin, dan sebaliknya, Yasmin untuk Bintang. Hingga suatu saat, ketika Bintang pergi tanpa kabar. Dan Yasmin memutuskan untuk mengganti suasana da…

Hujan

"Aku suka bau hujan."
"Kamu bisa menciumnya dari tempat beratap?"
"Ah, kamu terlalu serius," ujarnya sambil cemberut meski turut melangkah.
"Nanti kalau kamu pilek, aku juga yang salah."
"Kok bisa?"
"Iya, nanti kamu bilang, 'bukannya mengingatkan, malah ikutan main di bawah hujan'."
"Ahaha, kata-kata yang terdengar seperti aku."
"Ya kan? Makanya ayo berteduh."

Ketika Jek berhenti berjalan, tak sengaja jemarinya menyentuh jemari Sar. Sar menarik jemarinya menjauh tapi ia membiarkan lengannya tetap di sana, merasakan hangat ditengah hujan yang menderas.

Past & Future

Rather than erasing the past, it is better to not creating the future, right?

End

Life has a strange sense of humor. When she thought everything finally fell on the right track, he decided to end their relationship. She expected to feel empty or even betrayed, but strangely, she felt right. She tried to remember good memories but all she managed to think was arguments. Their latest routines together felt more mechanic than natural. They tried to hold on to something that no longer exist. She wandered when the feeling started to turn cold but she found it difficult to grasp the last time she missed him only for the sake of looking at him and not for asking him to move dirty plates or to turn the volume down.

She lost her balance. But probably for all the wrong reasons.

Alice

Alice: Would you tell me, please, which way I ought to go from here?
The Cheshire Cat: That depends a good deal on where you want to get to.
Alice: I don't much care where.
The Cheshire Cat: Then it doesn't much matter which way you go.
Alice: ...So long as I get somewhere.

-- Lewis Caroll, Alice in Wonderland