Monday, September 29, 2014

Kemala

Ada seribu satu argumen yang menyatakan hubungan ini tidak akan berhasil. Ada terlalu banyak emosi yang terlibat. Namun tiap kali ia hendak memutuskan hubungan dengan Andre, tiap kali pula ia luluh. Ia seolah tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri tiap kali ia berhadapan dengan Andre. Ia tahu ia harus tegas tapi ia tidak bisa ....

Tuesday, September 09, 2014

Surat untuk Dia

Tiap kali aku melihat statusmu di jejaring sosial, aku selalu menahan diri untuk tidak menyapamu. Aku tak mau mengoyak ruang pribadimu yang terlihat rapuh. 

Semoga kau baik-baik saja

Saturday, August 30, 2014

Tiket ke Jakarta

Akhirnya aku membeli tiket ke Jakarta. Berat rasanya untuk menuliskan tiket pulang. Selama lima tahun terakhir, aku selalu merasa pulang adalah ke Belanda. Perasaan yang membuatku tak pernah merasakan homesick. Perasaanku campur aduk. Di satu sisi, aku merasa senang untuk bertemu kembali dengan keluarga dan teman-temanku. Di sisi lain, aku takut aku akan kehilangan diriku. Dan perasaan terakhir lebih dominan.

Bahagia muncul dengan beragam rupa. Seseorang tak bisa bahagia kalau menginginkan segala sesuatunya sama tiap kali berpindah tempat. Dan aku harus menemukan kembali bentuk kebahagiaanku di Indonesia. Harus belajar menikmati orang tidak menepati janji, terlambat ataupun asap knalpot. Belum lagi basa basi yang kadang membuatku kehilangan kesabaran. Memikirkannya saja membuatku mulas.

Mungkin aku akan merindukan hari-hariku menjadi vegetarian. Makan sayuran dari kebun sendiri. Guru yoga-ku dan terutama teman-teman kantor yang sudah seperti keluarga. Ruangan kantor yang nyaman penuh dengan peralatan berkebun, boneka dan baju kotor sesudah olahraga.

Aishhh, tak baik pagi-pagi diisi dengan energi negatif.

Monday, August 25, 2014

Kemala

"Jadi kamu inginnya yang seperti apa La?" tanya Rana.
"Aku ingin dijinakkan Na. Perlahan, hingga aku merasa nyaman dengan orang itu."
"Tapi kamu ngga pernah memberi kesempatan orang lain untuk masuk. Kamu terlalu asyik dengan imajimu dan mungkin kamu jatuh cinta pada sebuah imaji yang tak pernah ada."
Kemala memainkan daun mint dalam gelas di hadapannya. Ia tak tahu harus menjawab apa.
"Kamu mau aku kenalin ngga dengan temanku. Dia juga lagi nyari," sambung Rana.
"Kamu tahu kan Na perasaanku tentang hal itu. Tiap kali aku diperkenalkan dengan orang lain, aku merasa terjebak. Dan biasanya dia akan menganggap aku tertarik, padahal aku cuma mencoba menjadi orang baik."
"Yah, jangankan orang yang baru kenal kamu La. Aku saja meski mengenalmu lebih dari sepuluh tahun masih kesulitan untuk meraba perasaanmu. Kamu selalu terlihat baik-baik saja."
"Mungkin karena itu aku masih belum melupakannya."
"Andre?"
"Iya, dia selalu tahu kalau aku sedang gundah."
"Jadi kamu mengharapkan seseorang yang bisa membaca pikiranmu?"
"Iya Na, hahaha."

Wednesday, August 20, 2014

Benci

Tiap kali aku ingin membencimu
tiap kali pula aku teringat ribuan hal manis tentangmu
Mungkin aku harus menyerah
Membiarkanmu berada dalam sejarahku
tanpa benci ataupun cinta
untuk kemudian lupa


Tuesday, August 19, 2014

Kemala

Undangan itu tergeletak bersama surat-surat lainnya. Ia tak pernah mengira hari ini akan tiba. Saat ia merasa sudah beranjak namun ternyata hanya diam di tempat. Saat ia merasa lengkap namun sadar semua tak lagi sama. Rangga sudah bukan miliknya lagi. Dan dunia seolah berhenti.

Monday, August 18, 2014

The Children of Gaza


May Allah SWT give them a better place  ...